PENGARUH EKSTRAK BUAH JAMBLANG (SYZYGIUM CUMINI) TERHADAP RESORPSI TULANG ALVEOLAR PADA TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI PERIODONTITIS KRONIS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH EKSTRAK BUAH JAMBLANG (SYZYGIUM CUMINI) TERHADAP RESORPSI TULANG ALVEOLAR PADA TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI PERIODONTITIS KRONIS


Pengarang

Siti Istighfara Ramadhanna - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1713101010015

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Gigi / Pendidikan Dokter Gigi (S1) / PDDIKTI : 12201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Periodontitis kronis merupakan suatu penyakit infeksius yang mengakibatkan terjadinya inflamasi oleh bakteri sehingga menyebabkan kerusakan progresif pada jaringan pendudukung gigi terutama tulang alveolar. Buah Jamblang (Syzygium cumini) merupakan tanaman herbal yang mengandung senyawa flavonoid, fenol, terpenoid, tanin, dan vitamin C yang berpotensi sebagai antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah Jamblang terhadap resorpsi tulang alveolar pada tikus Wistar yang diinduksi periodontitis kronis. Induksi periodontitis kronis dilakukan selama 14 hari dengan cara pemasangan wire 0,008 inch pada area servikal dan diikat pada bagian submarginal gigi insisivus sentral rahang bawah. Penelitian dengan desain posttest with control group dibagi menjadi empat kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (pemberian akuades), kelompok kontrol positif (pemberian metronidazole), kelompok perlakuan 1 (ekstrak buah Jamblang 50%), dan kelompok perlakuan 2 (ekstrak buah Jamblang 75%). Perawatan dilakukan secara topikal diberikan pagi dan sore hari dengan selisih waktu tujuh jam selama 14 hari. Hasil analisis Kruskal-Wallis menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna terhadap penurunan resorpsi tulang alveolar secara klinis maupun radiografis dengan p=0,020 dan p=0,041 (p

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK