Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
INPUT-OUTPUT PEREKONOMIAN PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM: KASUS SUB SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN, SUB SEKTOR PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN SEKTOR PERDAGANGAN
Pengarang
Satria Firmana Nst - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0201101010089
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan (S1) / PDDIKTI : 60201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran atau konstribusi dan ketergantungan sektor industri pengolahan, sub sektor pertanian tanaman pangan, dan sub sektor perdagangan di dalam perekonomian Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat penelitian penjelasan (Exploratory Research) yaitu penelitian yang berusaha mengetahui seberapa besar input-output perekonomian Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang ditinjau dari tiga sektor yaitu sub sektor industri makanan, minuman dan tembakau, sub sektor pengolahan padi dan sub sektor perdagangan. Pengumpulan data hanya terbatas pada data sekunder dari tahun 2001 sampai dengan 2005 yang bersumber dari Kantor Perindustrian Nanggroe Aceh Darussalam, Kantor Disperindag Kop-UKM Nanggroe Aceh Darussalam, Kantor Dinas Perdagangan Nanggroe Aceh Darussalam dan Badan Pusat Statistik Nanggroe Aceh Darussalam.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa keluaran total yang dihasilkan oleh sektor pengolahan padi ternyata relatif kecil yaitu mencapai Rp. 2.240.679,88 juta dengan nilai tambah sebesar Rp. 1.939.755,99 juta, keluaran total sektor industri makanan, minuman dan tembakau mencapai Rp. 2.966.929 juta dengan nilai tambah Rp. 212728,8 juta. Sementara sektor perdagangan keluaran total yang mampu dihasilkan mencapai Rp. 8.185.371,52 juta dengan nilai tambah sebesar Rp. 2.385.767,6juta. Hal ini memberikan makna bahwa ketiga sektor tersebut saling ketergantungan satu sama lainnya apabila salah satu sektor tersebut terhenti maka sektor lainnya juga akan ikut terhenti..
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka terdapat beberapa saran. karena temuan-temuan ini maka sangat beralasan jika pemerintah Provinsi
Nanggroe Aceh Darussalam menciptakan kebijakan-kebijakan yang merangsang tumbuhnya sektor pengolahan padi. Berkembangnya sektor pengolahan padi akan
mendorong tumbuhnya industri-industri lainnya di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS EFISIENSI INDUSTRI PENGOLAHAN PROVINSI ACEH TAHUN 2010 (EVA ARAFAH, 2020)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OUTPUT DARI SISI PENAWARAN AGREGAT DI SEKTOR PERTANIAN INDONESIA (Ernawati, 2025)
KAJIAN PENETAPAN SEKTOR UNGGULAN DAN PERANANNYA DALAM PEREKONOMIAN PROVINSI JAMBI MENGGUNAKAN TABEL INPUT-OUTPUT 2007 (Poppi Marini, 2025)
ANALISIS INPUT-OUTPUT SEKTOR PERTANIAN DALAM STRUKTUR PEREKONOMIAN PROVINSI ACEH (Cut Rozana Sari, 2019)
KETERKAITAN ANTARSEKTOR DALAM PEREKONOMIAN DAERAH ISTIMEWA ACEH MELALUI ANALISIS TABEL I-O (Zulliani, 2025)