Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ELASTISITAS PERMINTAAN INPUT, BIAYA DAN PENDAPATAN PENGUSAHA ISI ULANG AIR MINUM DI KOTA BANDA ACEH
Pengarang
LISA WISDAYANI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0601101010022
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan (S1) / PDDIKTI : 60201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Menganalisis permintaan air bersih oleh usaha isi ulang di Kota Banda Aceh, Menganalisis pendapatan pengusaha isi ulang di Kota Banda Aceh, dan memformulasikan fungsi biaya isi ulang.. Penelitian ini dilakukan di Banda Aceh dengan menggunakan data primer bersumber dari pengusaha air minum isi ulang di Kota Banda Aceh. Data dianalisis dengan pendekatan deskriptif dan kuantitatif melalui penyajian dan penyusunan data ke dalam tabel yang dianalisis dengan menggunakan model regresi linier.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh Jumlah produksi dan harga input air berpengaruh positif terhadap total biaya yang dikeluarkan secara signifikan. Besarnya koefisien jumlah produksi (jumlah galon) adalah 0,63102, artinya jika produksi ditambah 1 persen akan menaikkan total biaya produksi sebesar 0,63102 persen dengan asumsi variabel lain dianggap tetap, dan signifikan pada @=0,01. Besarnya koefisien harga input air adalah 0,38790, artinya jika harga input air naik sebesar l persen akan menaikkan total biaya produksi sebesar 0,38790 persen dengan asumsi variabel lain dianggap tetap. Harga input listrik tidak berpengaruh positif secara signifikan terhadap total biaya yang dikeluarkan. Jumlah produksi berpengaruh positif terhadap total revenue yang diperoleh pengusaha. Koefisien estimasi harga air (LHAIR) sebesar -0,6121 menunjukkan bahwa bila terjadi kenaikan harga air sebesar satu persen, menyebabkan penurunan jumlah permintaan air sebesar 61,21 persen. Koefisien tersebut juga menunjukkan bahwa harga input air inelastis terhadap jumlah air yang diminta. Koefsiien estimasi harga listrik (LHLISTRIK) sebesar -0,9198 menunjukkan bahwa bila terjadi kenaikan harga listrik sebesar satu persen, menyebabkan penurunan
jumlah permintaan listrik sebesar 0,9198 persen. Atau sebaliknya bila terjadi penurunan harga listrik sebesar satu persen, menyebabkan peningkatan jumlah permintaan listrik sebesar 0,9198 persen.
Oleh karenanya disarankan kepada pengusaha air minum isi ulang agar dapat menjaga efisiensi dengan cara penggunaan listrik yang efisien dan menggunakan bahan baku air yang murah seperti air bersih dari PDAM.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS PERMINTAAN PERUMAHAN DI INDONESIA (Anthony mayes, 2025)
ELASTISITAS PERMINTAAN BARANG-BARANG USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) DI KOTA LANGSA (Muhammad nur daud, 2025)
ANALISIS PERMINTAAN INPUT DAN PENETAPAN HARGA : PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA MON PASE LHOKSEUMAWE (ABD. Jamal, 2025)
ANALISIS ELASTISITAS PERMINTAAN KONSUMEN RUMAH TANGGA TERHADAP TELUR AYAM RAS DI KOTA BANDA ACEH (M LUTHFI SYIRAH M, 2018)
ANALISIS PENENTUAN TARIF AIR PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTANADI MEDAN (ZONA I) (Indra Maipita, 2025)