<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="89992">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KETIMPANGAN EKONOMI ANTAR KABUPATEN DI PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ridhwan Syukri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  ini  menggunakan  data skunder berupa  data PDRB Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Aceh Timur dan data PDRB Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam menurut lapangan usaha atas dasar harga konstan tahun 2000 tanpa minyak dan gas, dari tahun 2000 sampai 2005 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik  (BPS). Tujuan dari  penelitian ini  untuk   menganalisis ketimpangan   ekonomi   antar  kabupaten,   pertumbuhan  ekonomi  (PDRB)   dan   sektor unggulan masing-masing daerah, Metode Indeks Williamson, Location Quotient (LQ  dan analisis Shift-Share digunakan untuk menganalisis masalah penelitian ini.&#13;
Hasil dari penelitian menunjukan  bahwa tingkat ketimpangan  ekonomi di Provinsi NAD  adalah rendah  di  mana  koefesien  ketimpangannya adalah 0,1,  kemudian  terdapat sektor unggulan di masing-masing kabupaten yang nilai LQ &gt; 1, diharapkan nantinya bisa digunakan untuk memperkecil lagi ketimpangan ekonomi yang terjadi selama ini. Sedangkan pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi  adalah Kota Banda Aceh yaitu 4,3I persen dan terendah Kabupaten Aceh Utara adalah -0,2I persen.&#13;
Dari penulisan ini diharapkan dapat berguna dalam  memberi  sumbangan  informasi bagi pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi NAD dan pada khususnya dan pemerintah daerah Provinsi  Nanggroe Aceh Darussalam pada  umumnya,  Untuk  itu perlu penelitian lanjutan untuk daerah lainnya agar diperoleh hasil-hasil  yang lebih komprehensif tentang ketimpangan, sektor unggulan dan pertumbuhan ekonomi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>89992</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-07 11:53:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-07 11:53:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>