<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="89965">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS TINGKAT KETIMPANGAN PENDAPATAN ANTAR KABUPATEN DI PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fani Irawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Adapun tujuan penelitian ini  adalah  untuk mengetahui  ketimpangan  pendapatan antar  kabupaten  di  Provinsi  Nanggroe Aceh Darussalam.  Penelitian  ini  dilakukan  di Nanggroe Aceh  Darussalam  sampel di beberapa kabupaten yaitu di Kabupaten Aceh Besar,  Aceh  Utara, dan Aceh Timur sebagai  lintas timur sedangkan  lintas  barat  yaitu Kabupaten  Aceh  Barat,  Aceh Selatan, dan Aceh Singkil.  Dalam melihat ketimpangan pendapatan antar kabupaten di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam maka penulis hanya membatasi   terhadap  pendapatan  per  kapita  dan  jumlah  penduduk masing-masing kabupaten tersebut periode 2002-2006.&#13;
Untuk  melihat  arah  ketimpangan   pembangunan antar  wilayah  yang  terjadi digunakan  formula Koefisien Williamson.  Dari hasil  pengujian Koefisien  Williamson menggambarkan  bahwa Koefisien Williamson baik di kabupaten  lintas timur dan lintas barat relatif  mendekati angka nol,  artinya pembangunan  di  kabupaten   lintas  timur dan lintas barat relatifmerata dan pendapatan masyarakatnya relatif merata Hasil pengujian dengan  menggunakan  Koefisen Williamson baik di  lintas  timur maupun lintas  barat  periode 2002-2006 menunjukkan bahwa kabupaten di  lintas  barat memiliki  Koefisien Williamson  dengan nilai rata-rata paling kecil dan mendekati angka nol (0,0312). Sedangkan  kabupaten  lintas timur nilai  rata-rata  adalah  sebesar 0,0553. Dengan  demikian dapat dikatakan bahwa pembangunan di kabupaten lintas barat relatif lebih merata dibandingkan  dengan dengan kabupaten lintas timur.&#13;
Ketimpangan  pembangunan  antar kabupaten tidak boleh dibiarkan  hal  ini  akan mengakibatkan  terjadinya  perbedaan  kemajuan  ekonomi antar  kabupaten  yang   pada akhirnya juga   akan   berdampak   terhadap  tingkat  kesejahteruan masyarakat   masing•masing kabupaten.  Setelah  adanya otonomi khusus  saat   ini  maka  diharapkan  setiap pemerintah daerah  supaya mampu melakukan  pembangunan yang  merata dan  seimbang schingga tingkat ketimpangan pcndapatan scmakin rendah dengan demikian akan meningkatkan tingkat esejahteraan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>89965</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-06 14:36:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-06 15:02:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>