Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS DISTRIBUSI PENDAPATAN MASYARAKAT KABUPATEN PIDIE (STUDI KASUS DI KECAMATAN KEMBANG TANJONG)
Pengarang
Irwan - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
9911110002
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tujuan dari penelitian ini ada lah untuk mengetahui bagai mana tingkat ketimpan gan dan tingkat distribusi pendapatan masyarakat kabupaten Pidie studi kasus di Kecamatan Kembang Tanjung.Pemilihan rumah tangga sampel, untuk menjadi responden dari populasi yang ada, ditentukan sccara Random Sampling berdasarkan kriteria jumlah penduduk adalah pegawai, nelayan dan petani. Dengan demikian setiap rumah tangga yang terdapat di dalam populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi rumah tangga responden. Untuk menentukan besarnya sampel dari populasi yang ada, dipilih sebanyak 10% dari populasi rumah tangga yang tcrdapat di sctiap desa/kelurahan sampel Untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan, digunakan peralatan Gini Ratio. Gini Ratio merupakan suatu metode yang paling umum digunakan dalam hal mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan. Rumus Gini Ratio ini dapat dijabarkan ke dalam bentuk Kurva Lorenz dan akan memberikan gambaran visual tertentu. Pendekatan Gini Ratio, dalam penelitian ini selain menggunakan pendekatan Gini Ratio untuk mengukur ketimpangan distribusi pendapatan juga digunakan Kritcria Bank Dunia.Dari hasil penelitian yang dilakukan ternyata dipcroleh bahwa adanya perbedaan distribusi pendapatan diantara kecmpat desa tersebut. Hal ini dibuktikan dengan perhitungan Gini Ratio dimana Indeck Gini untuk desa Tanjung 0,60538, Matang kuli 0,59524, desa Dayah Blang 0,45202 dan Dayah Monara 0,40192. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa menurut klasifikasi para ahli Indeck Gini yang diperoleh masyarakat desa Tanjung. Matang Kuli di golongkan kedalam golongan pendapatan yang sangat tidak merata, dan desa Dayah Blang dogolongkan kedalam pendapatan yang relatif kurang merata sedangkan Dayah Monara dogolongkan kedalam pendapatan yang relatif merata. Kemudian berdasarkan kriteria Bank dunia dari keempat desa tersebut di kecamatan Kembang Tanjung dapat dikatakan relatif tinggi dan tidak merata karena 40% penduduk yang menerima pendapatan rendah menerima pendapatan lebih kecil dari 12%.
Untuk dapat memperbaiki ketimpangan antara penduduk, maka pemerintah hendaknya mengarahkan kebijaksanaan dan strategi perencanaan pembangunan serta investasi kepada proyek-proyck yang ada hubungannya dengan masyarakat miskin, seperti pendidikan, keschatan, kegiatan pertanian dan scbagainya schingga dapat memperbaiki tingkat pendapatan yang akhirnya ketimpangan pendapatan dapat dipersempit dan kemiskinan dapat dikurangi, Perlu adanya penyuluhan-penyuluhan langsung kepada masyarakat desa, bagaimana meningkatkan pendapatan serta mengadakan pelatihan ketrampilan sesuai dengan potensi yang ada dimasing-masing desa schingga dapat tercipta lapangan kerja baru. Hal ini berujuan untuk meningkntkan pendapatan dun kcsejahterann penduduk.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH FAKTOR MODAL, LAHAN DAN TENAGA KERJA TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI KEDELAI DI KECAMATAN KEMBANG TANJONG KABUPATEN PIDIE (Putri Hafna, 2021)
SEBARAN BAKTERI VIBRIO PADA LAHAN TAMBAK DI KECAMATAN SIMPANG TIGA DAN KEMBANG TANJONG, KABUPATEN PIDIE (Zahratul Idami, 2022)
ANALISIS NILAI TAMBAH TERHADAP PRODUK OLAHAN UBI KAYU DI KECAMATAN LEMBAH SELAWAH KABUPATEN ACEH BESARRN (STUDI KASUS PADA AGROINDUSTRI “KEMBANG TANJONG”) (Azwar, 2015)
KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS YANG HIDUP PADA TAMBAKRN(STUDI KASUS: KECAMATAN SIMPANG TIGA DAN KECAMATANRNKEMBANG TANJONG, KABUPATEN PIDIE) (Iko Imelda Arisa, 2022)
PEMODELAN PREDIKSI KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA DI KABUPATEN PIDIE (Putri Ilham Sari, 2025)