PENGARUH PENGGUNAAN MULSA LIMBAH SEREH WANGI DAN JUMLAH MATA TUNAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH PENGGUNAAN MULSA LIMBAH SEREH WANGI DAN JUMLAH MATA TUNAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.)


Pengarang

RAJUDIN - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1505150010027

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (Gayo Lues) (S1) / PDDIKTI : 54212

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan tanaman sayuran yang banyak mengandung karbohidrat dan digunakan sebagai bahan pangan. Dalam segi usaha kentang memiliki prospek yang cukup cerah, mengingat kentang bisa sebagai produk segar dan produk olahan. Produktivitas kentang Indonesia masih rendah yaitu 1,16 juta ton dan provinsi Aceh berkisar 47,9 ribu ton. Usaha yang dapat di lakukan untuk meningkatkan produksi tanaman kentang adalah menggunakan mulsa organik. Mulsa organik merupakan bahan penutup tanah yang berasal dari sisa-sisa tanaman atau bahan organik lainnya yang berguna untuk milindungi permukaan tanah dari terpaan hujan, erosi, menjaga kelembaban tanah, struktur tanah, kesuburan tanah dan menghambat pertumbuhan gulma. Selain pemberian mulsa organik, upaya lain untuk meningkatkan produksi kentang adalah penggunaan mata tunas yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dosis mulsa limbah sereh wangi dan jumlah mata tunas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4x3 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti adalah mulsa limbah sereh wangi dan jumlah mata tunas. Mulsa limbah sereh wangi terdiri dari 4 taraf yaitu 0 ton/ha, 5 ton/ha, 10 ton/ha dan 15 ton/ha. Sedangkan jumlah mata tunas terdiri dari 3 taraf yaitu 2 mata tunas, 4 mata tunas dan 6 mata tunas. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah umbi per tanaman, diameter umbi, berat umbi per tanaman, berat per umbi, berat umbi per plot Netto dan potensi hasil.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penggunaan mulsa limbah sereh wangi berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 60 HST dan berpengaruh nyata terhadap diameter batang 15 HST, berat per umbi dan potensi hasil. Berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15, 30, dan 45 HST, diameter batang umur 30, 45, 60 HST, jumlah umbi per tanaman, diameter umbi, berat umbi per tanaman dan berat umbi per plot netto. Pertumbuhan tanaman kentang yang lebih baik dijumpai pada penggunaan mulsa limbah sereh wangi 3 kg bedeng1 dan hasil tanaman kentang yang lebih baik dijumpai pada mulsa limbah sereh wangi 2 kg bedeng1. Penggunaan jumlah mata tunas berpengaruh sangat nyata terhadap diameter batang umur 60 HST, jumlah umbi per tanaman, diameter umbi, berat umbi per plot netto, selanjutnya berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 HST dan potensi hasil. Pertumbuhan dan hasil tanaman kentang yang lebih baik dijumpai pada jumlah 2 mata tunas. Tidak terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan penggunaan mulsa limbah sereh wangi dengan jumlah mata tunas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK