<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="89927">
 <titleInfo>
  <title>DETEKSI CEMARAN SALMONELLA SP. PADA SUSU KEFIR HOME INDUSTRY DI KRUENG BARONA JAYA ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAHMADELA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kefir  merupakan  salah  satu  jenis  susu  fermentasi  yang  dibuat  dengan menggunakan starter granula kefir. Susu kefir banyak diminati masyarakat karena bermanfaat  untuk  kesehatan  sehingga  harus  diperhatikan  tingkat  kontaminasi bakteri  terutama  Salmonella  sp.  Penelitian  ini  bertujuan  mendeteksi  adanya cemaran bakteri Salmonella sp. pada susu kefir yang diproduksi di home industry Krueng  Barona  Jaya,  Aceh  Besar.  Sampel  penelitian  yang  digunakan  adalah  11 botol  susu  kefir  dengan  tiga  kali  pengambilan  yang  berjarak  dua  hari  sekali. Penelitian  ini  dilakukan  berdasarkan  metode  Cross  sectional  dan  metode  Carter, yaitu setiap 1 mL susu kefir dimasukkan ke dalam media Lactosa Broth (LB), dan diinkubasikan pada suhu 37ºC selama 24 jam. Selanjutnya diambil 1 mL dari media Lactosa Broth (LB) dan dimasukkan ke dalam media Selenite Cystine Broth (SCB) dan  diinkubasikan  pada  suhu  37  ºC  selama  24  jam.  Selanjutnya  dilakukan penanaman pada media Salmonella Shigella Agar (SSA), dan diinkubasikan pada suhu 37 ºC selama 24 jam. Kemudian dilakukan pewarnaan Gram dan uji biokimia meliputi  uji  indol  dan  uji  laktosa.  Hasil  penelitian  ini  kemudian  dianalisis  secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada 11 sampel susu kefir home industry Krueng Barona Jaya, Aceh Besar tidak menunjukkan adanya kontaminasi Salmonella sp. sehingga dapat disimpulkan bahwasanya sanitasi di home industry sudah dilaksanakan dengan baik dalam memproduksi susu kefir sehingga bebas dari kontaminasi Salmonella sp.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>89927</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-05 22:54:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-06 10:05:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>