<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="89884">
 <titleInfo>
  <title>KESEIMBANGAN BIO-EKONOMI PERIKANAN DI DANAU LUT TAWAR ACEH TENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Purnama Datiga</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tujuan dalam penelitian  ini adalah  untuk  mengetahui  kondisi  keseimbangan  bio ekonomi sumberdaya ikan di Danau Lut Tawar. Jenis data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder.  Data primer diambil secara acak  bersumber dari responden  yang berjumlah   100  nelayan di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Bintang, Lut Tawar  dan  Kebayakan.  Model  analisis  yang digunakan   dalam   penelitian ini adalah  model   Bio-Ekonomi   perikanan Gordon-Schaefer  (1957).   Hasil  penelitian memberikan   titik keseimbangan yang  dicapai atau hasil tangkap   lestari  (maximum sustainable yield-MSY) adalah pada  tingkat  Q =  18,24 Kg. tetapi  hasil  ini tidak memberikan keuntungan maksimum. Untuk itu, perlu dihitung keseimbangan biologi dan  ekonomi (maximum  economic yield-MEY),  dimana  hasilnya  yaitu  dengan tingkat produksi sebanyak  14  Kg dan keuntungan (profit) dengan  model bioekonomi pada saat maksimum ekonomi lestari (maximum economic yield-MEY) sebesar Rp.79.700,45. Sebaiknya cara penangkapan ikan di Danau Lut Tawar dikembalikan lagi  pada  waktu   6   tahun terakhir .     Dimana  pada   waktu    itu   nelayan  masih menggunakan alat tangkap  yang  sangat tradisional  yang  tidak merusak  sumberdaya ikan,  contohnya seperti alat  tangkap Didisen  dan jermal  yang mana  pada saat ini sudah tidak digunakan oleh nelayan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci :  Keseimbangan Bio-Ekonomi, Pengelolaan Perikanan,  Danau Lut Tawar&#13;
Aceh Tengah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>89884</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-05 11:13:46</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-05 11:15:20</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>