<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="89864">
 <titleInfo>
  <title>DAMPAK DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN SOSIAL ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhajirin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  ini bertujuan  untuk melihat dampak  desentralisasi  fiskal  terhadap pertumbuhan ekonomi  dan  sosial  Aceh  Tahun  1994.2007,  yaitu  tujuh  tahun  sebelum dan  tujuh tahun  sesudah  pelaksanaan desentralisasi  fiskal, dimana  Tahun 2001  sebagai tahun  dimulainya pelaksanaan   desentralisasi   fiskal.  Data  yang digunakan adalah  data sekunder  bersumber  dari  Badan Pusat  Statistik  (BPS)  yaitu   Data  Produk   Domestik Regional   Bruto   Riil   (PDRB)   Aceh.   Model   analisis  yang  digunakan  adalah   uji   t berpasangan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan ekonomi Aceh antara sebelum dan sesudah  pelaksanaan desentralisasi  fiskal,  dimana  rata-rata pertumbuhan  PDRB  riil Tahun   1994-2000  sebesar   1.27  persen,  sedangkan   setelah pelaksanaan desentralisasi  fiskal  2001-2007  pertumbuhan  rata-rata  PDRB  riil  sebesar 2.25  persen. Hasil  penelitian juga menunjukkan  terdapat hubungan   yang kuat  antara desentralisasi  fiskal dengan pertumbuhan ekonomi. dimana hubungan tersebut ditunjukkan dengan nilai korelasi sebesar 57 persen.  Hasil  uji t menunjukkan  bahwa nilai signifikansinya sebesar 0.000, artinya penelitian imi menerima H1 dan menolak H0.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disarankan bahwa bagi pemerintah daerah   perlu   memaksimalkan  pengunaan  dana  transfer  ini  dengan melihat   skala prioritas pembangunan sehingga tujuan  untuk  mempercepat  pembangunan  ekonomi daerah dapat terwujud, dan bagi peneliti selanjutnya kiranya  dapat  melakukan penelitian terkait dengan efektifitas penggunaan dana perimbangan oleh Pemerintah Aceh,&#13;
&#13;
Kata Kunci: Desentralisasi fiskal dan pertumbuhan ekonomi&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>89864</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-05 09:25:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-05 09:25:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>