HUBUNGAN KEJADIAN EKSPULSI INTRA UTERINE DEVICE (IUD) PASCA PLASENTA DENGAN METODE PERSALINAN PERVAGINAM DAN SEKSIO SESAREA DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN KEJADIAN EKSPULSI INTRA UTERINE DEVICE (IUD) PASCA PLASENTA DENGAN METODE PERSALINAN PERVAGINAM DAN SEKSIO SESAREA DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH


Pengarang

dr. Didy Hamidi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1507601030004

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan / PDDIKTI : 11708

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Pendahuluan: Kontrasepsi IUD merupakan pilihan alat kontrasepsi yang tepat dan sesuai bagi wanita setelah melahirkan, karena memiliki kelebihan seperti aman, nyaman, efektif dan tidak memberi pengaruh bagi wanita yang sedang menyusui serta sering digunakan untuk membatasi jumlah kelahiran serta memberi jarak pada kehamilan. American College of Obstetricians and Gynecologist mendukung keamanan pemasangan IUD (Intra Uterine Device) segera setelah persalinan menjadi salah satu pilihan pemasangan alat kontrasepsi yang aman dan efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai hubungan dan kejadian ekspulsi IUD pada metode persalinan yang berbeda baik pervaginam maupun seksio sesarea.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional menggunakan desain kohort yang bersifat prospektif dengan pengambilan data sekunder pada rekam medik di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Sebanyak 85 ibu pascasalin terlibat dalam penelitian ini yang menjalani insersi IUD pascaplasenta pada persalinan pervaginam dan seksio sesarea dengan jumlah masing – masing secara berurutan 44 dan 41 orang. Uji Fisher exaxt test digunakan untuk menilai hubungan antar variabel dengan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil: Rerata usia ibu yang mengalami ekspulsi dan tanpa ekspulsi tidak terpaut jauh yaitu 32,22 ± 3,21 dan 29,33 ± 4,81 tahun. Ekspulsi IUD terjadi pada 1 orang pada persalinan pervaginam dan 2 orang pada persalinan seksio sesarea (p = 0,048) setelah evaluasi selama 3 bulan.
Kesimpulan: Terdapat sebanyak 1 orang dengan metode persalinan pervaginam dan 2 orang metode seksio sesarea yang mengalami ekspulsi IUD di RSUDZA. Kejadian ekspulsi IUD 3 bulan pasca insersi post-plasenta berhubungan dengan metode persalinan.


Kata Kunci: ekspulsi IUD, metode persalinan, persalinan normal, seksio sesarea

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK