<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="89825">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN TERAPI OFLOKSASIN ORAL DENGAN TOPIKAL PADA OMSK TIPE AMAN FASE AKTIF DI RSUDZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syahnidel Fita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang : Prevalensi OMSK di Indonesia yang tinggi membutuhkan pengobatan yang efektif. Antibiotik sistemik bisa saja kurang efektif dibandingkan topikal. Salah satu jenis antibiotik yang direkomendasikan adalah Ofloksasin Tujuan : Mengetahui apakah penggunaan Ofloksasin oral lebih baik dibandingkan dengan Ofloksasin topikal terhadap kesembuhan OMSK tipe aman fase aktif Metode : Penelitian bersifat deskriptif kohort prospektif dari bulan Juni-September 2020. Data dikumpulkan dari penderita OMSK tipe aman fase aktif di Poliklinik THT-KL RSUD Zainal Abidin Banda Aceh. Sampel penelitian adalah penderita OMSK tipe aman fase aktif yang berobat ke Poliklinik THT-KL RSUDZA. Pasien dibagi kedalam 2 kelompok  yaitu kelompok yang mendapat Ofloksasin oral 400 mg dan kelompok yang mendapat Ofloksasin topikal 0,3%. Pasien diamati selama 2 minggu. Evaluasi dikatakan positif jika telinga kering. Pengolahan data dilakukan dengan uji Fisher. Hasil: Penelitian ini menunjukkan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 22 sampel. Proporsi tertinggi penderita OMSK berdasarkan jenis kelamin : laki-laki (54,5%), kelompok usia : 56-65 tahun (27,3%), pekerjaan : swasta (36,4%), hasil kultur organisme terbanyak : Pseudomonas aeruginosa (31,8%), keberhasilan terapi: menggunakan Ofloksasin oral (40,9%) dan Ofloksasin topikal (45,5%). Terlihat tidak ada perbedaan signifikan pada keberhasilan terapi setelah pemberian Ofloksasin oral dan topikal (p=1.000, RR =1.1, CI 9.5% = 0,794-1,554). Kesimpulan : Tidak ada perbedaan hasil terapi Ofloksasin oral dengan topikal pada OMSK tipe aman fase aktif. &#13;
Kata kunci : OMSK tipe aman fase aktif, sekret telinga, Ofloksasin&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>89825</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-01 15:17:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-02 00:28:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>