KONSTRUKSI SOSIAL TERHADAP IDENTITAS DAN FASHION WANITA BERCADAR (STUDI DI MAJELIS HALAQATUL QULUB BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KONSTRUKSI SOSIAL TERHADAP IDENTITAS DAN FASHION WANITA BERCADAR (STUDI DI MAJELIS HALAQATUL QULUB BANDA ACEH)


Pengarang

NOVA HARI UTARY - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1510101010062

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis proses konstruksi sosial yang dibangun pada wanita bercadar anggota majelis Halaqatul Qulub Banda Aceh, ditinjau dari pengetahuan, kepercayaan, dan tindakan sehingga memutuskan untuk menggunakan cadar dalam kehidupannya. Untuk menganalisis penelitian ini, peneliti menggunakan teori Konstruksi Sosial. Metode Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dimana yang menjadi informan diperoleh dengan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta selanjutnya dianalisisi dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada eksternalisasi (pengetahuan) yang dimaksud adalah Individu mendapatkan pengetahuan mengenai cadar serta keutamaannya pada saat pengajian atau kajian-kajian keislaman. Pengetahuan tambahan banyak didapakan dari hasil interaksinya dengan lingkungan, media sosial, maupun literatur-literatur tentang cadar. Proses objektivasi (kepercayaan) dimana pengetahuan yang didapatkan dari pengajian, media sosial, literatur, dan hasil interaksinya dengan dunia luar tersebut, dilembagakan sebagai sebuah kenyataan yang dipercaya (realitas) serta institusi-institusi seperti majelis Halaqatul Qulub. Proses terakhir adalah proses internalisasi (tindakan), individu kembali menerjemahkan realitas tersebut dalam kesadaran pribadinya. Sehingga mereka memutuskan untuk bercadar dalam kehidupan sehari-harinya dan tetap teguh dengan pemilihan identitas yang mereka lekatkan pada diri mereka walaupun masih ada yang kurang berpihak pada keyakinannya. Proses ini juga ditandai dengan adanya sosialisasi yaitu semangat berdakwah di media sosial maupun di majelis ilmu.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK