ANALISIS RANTAI NILAI DAN NILAI TAMBAH KAKAO PADA KOPERASI APKO KECAMATAN GLUMPANG TIGA, KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS RANTAI NILAI DAN NILAI TAMBAH KAKAO PADA KOPERASI APKO KECAMATAN GLUMPANG TIGA, KABUPATEN PIDIE


Pengarang

Anton Yulianda - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

06050102010123

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Anton Yulianda dengan judul skripsi "ANALISIS RANTAI NILAI DAN NILAI TAMBAH KAKAO PADA KOPERASI APKO KECAMATAN GLUMPANG TIGA, KABUPATEN PIDIE" dibawah bimbingan Bapak Dr. Ir. Romano, MP sebagai pembimbing utama dan Bapak Akhmad Baihaqi, S.P .,MMA. sebagai pembimbing kedua. Rantai nilai pada Koperasi APKO di Kabupaten Pidie diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi (EVA) bagi semua yang terlibat mulai dari hulu sampai kehilir. Permasalahannya adalah bagaimana proses transfer dan konversi kakao ini dapat meberikan nilai tambah pada setiap tahapan produk kakao.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Analisis Rantai Nilai yang terbentuk dan menghitung nilai tambah ekonomi kakao pada Koperasi APKO di Kabupaten Pidie.
Penelitian dilakukan di wilayah kerja (kluster produksi) Koperasi APKO di Kabupaten Pidie dengan menggunakan metode survey. Ruang lingkup penelitian ini hanya terbatas pada kajian rantai nilai yang meliputi pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan pasok kakao dari petani sampai ke pengeskpor kakao, dan Nilai tambah ekonomi pada Koperasi APKO di Kabupaten Pidie.
Jaringan sistem pasok kakao untuk Koperasi APKO di Kabupaten Pidie saat ini hanya melibatkan petani anggota koperasi APKO, bal ini disebabkan umur koperasi serta pengalaman yang masih muda dan keterbatasan dana yang masih menjadi kendala pokok.
APKO dapat membiayai kegiatan sebesar Rp 100 maka ia akan memperoleh keuntungan Rp 2,00 per putaran transaski. Ini tentu saja sangat merugikan APKO, dengan bunga bank komersil berkisar antara 7 sampai 11 persen per tahun. Ini artinya nilai tambah yang diperoleh APKO hampir sepertiga kali lebih kecil dari para kolektor lainnya.
Untuk meningkatkan pendapatan petani kakao ditempat penelitian perlu ditingkatkan peran yang lebih kompleks yang harus di lakukan oleh Koperasi APKO, sehingga nilai tambah yang diperoleh juga lebih besar.




Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK