<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="89751">
 <titleInfo>
  <title>UJI KINERJA MESIN PERONTOK BUAH PINANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SERI REKA LESDIANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman pinang (Areca catechu LINN), termasuk salah satu jenis palma yang sampai saat ini belum memperoleh perhatian serius, dibanding tanaman palma lainnya. Di Indonesia tanaman pinang banyak terdapat di pulau Sumatera (Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat), Kalimantan (Kalimantan Selatan dan Kalimatan Barat), Sulawesi (Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara) dan Nusa Tenggara (Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur) ( Ferry, 1992). Pinang merupakan tanaman yang cukup potensial karena memiliki berbagai macam manfaat, mulai dari batang, buah, dan daun. Namun, perontokan buah pinang juga masih secara manual atau buah pinang dibiarkan begitu saja sampai buah pinang tersebut jatuh. Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk mengelola  buah pinang ini yaitu dengan merancang mesin perontok buah pinang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kinerja mesin perontok pinang.&#13;
          Penelitian ini dimulai dengan melakukan pembuatan mesin perontok buah pinang. Selanjutnya dilakukan mengukur berat pada setiap bagian pinang dengan menggunakan timbangan digital, Kemudian dilakukan mengatur kecepatan putaran dan mengukurnya dengan  menggunakan tachometer. Kecepatan variasi yang digunakan yaitu 800 rpm, 1.200 rpm, dan 1.600 rpm. Penelitian ini dilakukan mulai dari bulan September sampai November 2020. &#13;
          Berdasarkan penelitian ini didapatkan hasil rontokan yang terbanyak terdapat pada kecepatan 1.200 rpm dengan hasil rontokan rata-rata 82%. Hasil rontokan yang terendah yaitu dengan 70%. Presentase hasil tidak rontok yang pada bagian tandan yaitu pada kecepatan putaran poros 800 rpm yaitu 10%, pada putaran poros 1.000 rpm yaitu 5% dan presentase hasil tidak rontok yaitu pada putaran poros 1.200 rpm yaitu 3%. Hal ini disebabkan karena perbedaan kecepatan putaran poros, semakin kecil kecepatan putar poros maka akan menghasilkan buah tidak rontok yang tinggi, dan semakin cepat kecepatan putar poros maka semakin kecil hasil tidak rontoknya buah pinang tersebut. Kapasitas mesin yang terendah yaitu pada kecepatan 800 rpm sebesar 94,1 Kg/jam, dan yang tertinggi pada kecepatan 1.200 rpm sebesar 131,88 Kg/jam.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>89751</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-03-31 17:17:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-01 14:28:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>