PENGARUH EKSTRAK ALGA MERAH (GRACILARIA VERRUCOSA) TERHADAP JUMLAH POLYMORPHONUCLEAR (PMN) PADA FASE INFLAMASI PENYEMBUHAN LUKA TIKUS PUTIH GALUR WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH EKSTRAK ALGA MERAH (GRACILARIA VERRUCOSA) TERHADAP JUMLAH POLYMORPHONUCLEAR (PMN) PADA FASE INFLAMASI PENYEMBUHAN LUKA TIKUS PUTIH GALUR WISTAR (RATTUS NORVEGICUS)


Pengarang

Noviandi Indum Putra - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1713101010016

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Gigi / Pendidikan Dokter Gigi (S1) / PDDIKTI : 12201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Latar Belakang : Luka merupakan abnormalitas pada bentuk dan fungsi jaringan. Akibat adanya luka, tubuh akan memperbaiki jaringan dengan proses penyembuhan luka yang bertujuan untuk mengembalikan integritas dan fungsi pada jaringan yang mengalami luka. Proses penyembuhan luka terdiri dari dari fase-fase yang saling berhubungan yaitu hemostasis, inflamasi, proliferasi, dan remodeling. Alga merah (Gracilaria verrucosa) merupakan tanaman herbal yang mengandung senyawa saponin, fenolik, steroid, vitamin C dan asam oleat yang bersifat sebagai antibakteri dan antiinflamasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak alga merah terhadap jumlah Polymorphonuclear (PMN) pada fase inflamasi penyembuhan luka tikus putih galur wistar (Rattus norvegicus). Metode : Penelitian ini bersifat eksperimental laboratoris dengan desain post test only control group menggunakan 30 ekor tikus yang dibagi menjadi enam kelompok yaitu, kelompok kontrol (diaplikasikan akuades sediaan gel) dan kelompok perlakuan (diaplikasikan ekstrak alga merah sediaan gel 5%) yang diaplikasikan secara topikal pada pagi dan sore hari. Setiap kelompok dieutanasia pada hari ke-1, hari ke-3 dan hari ke-5, kemudian jaringan luka diamati secara histologi. Hasil Penelitian : Pengamatan jumlah PMN pada kelompok perlakuan yang diaplikasikan ekstrak alga merah sediaan gel memiliki rata-rata hari ke-1 yaitu 8,65±4.55, hari ke-3 yaitu 1,25±0.68, dan hari ke-5 yaitu 0,70±0.25 sedangkan pada kelompok kontrol yang diaplikasikan akuades sediaan gel memiliki rata-rata hari ke-1 yaitu 12,30±5.47 , hari ke-3 yaitu 3,90±2.93, dan hari ke-5 yaitu 1.05±0.30. Kesimpulan : Terdapat perbedaan yang signifikan pada penelitian pengaruh ekstrak alga merah (Gracilaria verrucosa) terhadap jumlah PMN pada fase inflamasi penyembuhan luka tikus putih galur wistar (Rattus norvegicus).

Kata Kunci : Gracilaria verrucosa, Ekstrak Alga Merah, Polymorphonuclear, Penyembuhan Luka.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK