Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DALAM PEMETAAN SEDIMEN DI SUB DAS KRUENG JREU
Pengarang
Eva Purwati - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1605106010014
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Keberadaan sedimen yang berlebih dapat menimbulkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan manusia, seperti banjir dan penurunan kualitas air. Pengukuran sedimen dapat dilakukan secara langsung dengan melakukan pengukuran endapan sedimen di sungai, namun pengukuran secara langsung ada kalanya sulit dilakukan karena terkendala berbagai hal misalnya keterbatasan alat. Salah satu cara untuk memprediksi sedimen adalah menggunakan model sediment routing dengan menggunakan aplikasi sistem informasi geografis (SIG). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi sedimen di Sub DAS Krueng Jreu menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisis data sekunder berupa data curah hujan selama 10 tahun (2010-2019) yang diperoleh dari BMKG Indrapuri, data spasial berupa peta administrasi, peta penggunaan lahan, peta jenis tanah, peta kelerengan dan peta jaringan sungai. Data ini digunakan untuk menganalisis limpasan permukaan, debit puncak, nilai erodibiltas (K), nilai kelerengan (Ls) dan nilai tanaman penutup tanah dan pengelolaan lahan (CP) yang digunakan untuk menghitung nilai erosi berdasarkan metode MUSLE dab selanjutnya digunakan untuk menentukan nilai sedimen dengan menggunakan model Sediment Routing di wilayah Sub DAS Krueng Jreu. Hasil Penelitian menunjukan bahwa besaran sedimen dengan model Sediment Routing dipengaruhi oleh parameter nilai erosi berdasarkan metode MUSLE, nilai koefisien Sediment Routing sebesar -0,25, waktu konsentrasi sebesar 2,57 jam dan diameter partikel sebesar 0,375 mm sehingga diperoleh nilai sedimen tertinggi terjadi pada tahun 2012 yaitu sebesar 488.757,02 ton dan sedimen terendah terjadi pada tahun 2018 yaitu sebesar 130.014,46 ton. Sedimen pada berbagai pengggunaan lahan menunjukkan bahwa, sedimen tertinggi terjadi pada penggunaan lahan hutan lahan kering sekunder, diikuti semak/belukar dan savana, sedangkan sedimen terendah terjadi pada tubuh air, diikuti oleh sawah.
Tidak Tersedia Deskripsi
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN SEKOLAH LANJUTAN DI WILAYAH KOTA LANGSA (Sigit Purwanto, 2020)
PEMETAAN KINERJA SISTEM IRIGASI BERBASIS WEB MENGGUNAKAN QGIS PADA D.I KRUENG JREU KABUPATEN ACEH BESAR (Fadilah Khairani, 2021)
PENINGKATAN PENGELOLAAN JARINGAN IRIGASI KRUENG JREU ACEH BESAR DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) (M Thohari, 2024)
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS(SIG) TEMPAT LAYANAN KESEHATAN DI KOTA BANDA ACEH BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN FRAMEWORK CI (DEDI SAPUTRA, 2017)
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENDATAAN LOKASI TEMPAT WISATA KULINER DI KOTA BANDA ACEH (ICHWANUL HAKIM, 2018)