<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="89556">
 <titleInfo>
  <title>TINDAK PIDANA PEREDARAN PANGAN OLAHAN TANPA MEMILIKI IZIN EDAR  (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KOTA BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Teuku Mirza Saputra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
TEUKU MIRZA SAPUTRA &#13;
                 (2020)&#13;
 &#13;
TINDAK PIDANA PEREDARAN PANGAN&#13;
OLAHAN TANPA MEMILIKI IZIN (Suatu&#13;
Penelitian di Wilayah Hukum Kota Banda&#13;
Aceh) &#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
(vii, 58) pp.,bibl.,tabl. &#13;
&#13;
 &#13;
 &#13;
(Dr.Dahlan Ali, S.H.,M.H.,MKn.)&#13;
Pasal 142 Jo Pasal 91 ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 &#13;
Tentang Pangan dijelaskan bahwa pelaku usaha pangan yang dengan sengaja tidak&#13;
memiliki izin edar terhadap setiap pangan olahan yang dibuat di dalam negeri atau&#13;
yang diimpor untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran sebagaimana&#13;
dimaksud dalam Pasal 91 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2&#13;
(dua) tahun atau denda paling banyak Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah),&#13;
namun pada kenyataanya masih terjadi tindak pidana peredaran pangan olahan&#13;
tanpa izin khususnya di wilayah Kota Banda Aceh.&#13;
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan faktor penyebab&#13;
dan modus operandi yang dilakukan pelaku untuk menghindari petugas dalam&#13;
tindak pidana peredaran pangan olahan tanpa izin, penegakan hukum pidana&#13;
terhadap pelaku peredaran pangan tanpa izin pada BPOM di Banda Aceh dan&#13;
hambatan para penegak hukum dalam mengatasi tindak pidana perdaran pangan&#13;
olahan tanpa izin.&#13;
Data dalam penelitian skripsi ini diperoleh dari penelitian kepustakaan&#13;
dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca&#13;
buku-buku, teks dan perundang-undangan, sedangkan penelitian lapangan&#13;
dilakukan dengan cara mewawancarai informan dan responden.&#13;
Modus operandi pada Putusan Nomor 119/ Pid.Sus/ 2016/ PN-Bna&#13;
adalah dengan menjual produk olahan tanpa izin tersebut secara online dan secara&#13;
langsung melalui Toko Simbun Sibreh milik pelaku sedangkan modus operandi&#13;
pada Putusan Nomor 154/Pid.Sus/2016/PN-Bna ini dilakukan dengan&#13;
mengedarkannya secara langsung pada malam hari. Aksi penjualan pangan olahan&#13;
pada malam hari adalah untuk menghindari adanya operasi dari petugas,&#13;
penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak BPOM adalah dengan melakukan&#13;
pembinaan, pemeriksaan dan pemusnahan pangan olahan tersebut serta hambatan&#13;
yang dialami oleh pihak BPOM dalam mengatasi tindak pidana peredaran pangan&#13;
olahan tanpa izin adalah Luas Wilayah Aceh yang tidak sebanding dengan SDM&#13;
BPOM, ringannya Pemberian Sanksi Kepada Pelaku dan tidak adanya kesadaran&#13;
hukum dari masyarakat terkait dengan tindak pidana peredaran pangan olahan.&#13;
Saran kepada pihak BPOM adalah menambah SDM BPOM Kota Banda&#13;
guna terlaksananya pencegahan peredaran pangan tanpa izin, melakukan&#13;
koordinasi dengan pihak kepolisian serta memberikan sosialisasi kepada&#13;
masyarakat tentang larangan peredaran pangan olahan tanpa izin di wilayah Kota&#13;
Banda Aceh.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>89556</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-03-29 22:36:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-03-30 10:58:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>