Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
INDEKS KERENTANAN PESISIR WILAYAH ACEH BESAR BAGIAN BARAT DITINJAU DARI SEGI MORFOLOGI PANTAI
Pengarang
ANNISA MARDIAH SIREGAR - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1711101010039
Fakultas & Prodi
Fakultas Kelautan dan Perikanan / Ilmu Kelautan (S1) / PDDIKTI : 54241
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Pesisir Aceh Besar bagian barat berbatasan dengan Kota Banda Aceh dibagian utara dan berbatasan dengan Samudera Hindia dan kabupaten Aceh Jaya pada bagian barat. Daerah pesisir ini merupakan daerah yang rentan akan perubahan baik dari segi gomorfologi maupun hidro-oseanografi. Untuk mengetahui sebarapa rentan daerah pesisir ini perlu dilakukan penelitian tentang indeks kerentanan pesisir ditinjau dari segi morfologi pantai yang merupakan tujuan dari penelitian yang dilakukan. Penelitian ini dilakukan wilayah Aceh Besar bagian barat pada bulan Oktober 2020 – Desember 2020 dan dilakukan pengolahan data di Laboratorium Sistem Informasi Geografis, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala. Metode yang digunakan ialah Coastal Vulnerability Index (CVI) dengan menggunakan empat parameter geologi yaitu parameter geomorfologi, elevasi pantai, kemiringan pantai dan perubahan garis pantai. Hasil yang diperoleh dari metode CVI menunjukkan bahwa pesisir Aceh Besar bagian barat sepanjang 93,2 km memiliki kerentanan yang sangat tinggi sebesar 20,60% (19,2 km), kerentanan yang tinggi sebesar 23,18% (21,6 km), kerentanan sedang sebesar 8,80% (8,2 km), kerentanan rendah 6,44% (6 km) dan kerentanan sangat rendah sebesar 40,99% (38,2 km). Kecamatan yang tergolong memiliki kerentanan sangat tinggi adalah kecamatan Peukanbada 7,94%, Leupung 6,22%, Lhoong 4,94%, dan Lhoknga 1,50% Sedangkan kecamatan yang tergolong memiliki kerentanan yang sangat rendah adalah kecamatan Lhoong 19,10%, Peukanbada 11,15%, Leupung 6,01% dan Lhoknga 4,72%. Daerah yang memiliki kerentanan yang sangat tinggi umumnya memiliki geomorfologi berupa pantai berpasir sedangkan daerah yang memiliki kerentanan sangat rendah memiliki geomorfologi berupa tebing.
Kata Kunci : Kerentanan pesisir, Coastal Vulnerability Index, Kabupaten Aceh Besar bagian barat.
Tidak Tersedia Deskripsi
INDEKS KERENTANAN PESISIR WILAYAH SABANG RNDITINJAU DARI GEOMORFOLOGI PANTAI (VICA ARMAYA, 2022)
INDEKS KERENTANAN PESISIR WILAYAH ACEH BESAR DITINJAU DARI GEOMORFOLOGI PANTAI (Ichsan Munandar, 2021)
ANALISIS TINGKAT KERENTANAN PESISIR WILAYAH ACEH JAYA BAGIAN BARAT DITINJAU DARI GEOMORFOLOGI PANTAI (HUSNUL MUBARAK, 2024)
ANALISIS TINGKAT KERENTANAN PESISIR WILAYAH PULO NASI DITINJAU DARI SEGI MORFOLOGI PANTAI (Miftahul jannah Nasruddin, 2022)
ANALISIS KERENTANAN GEOMORFOLOGI PESISIR ACEH JAYA WILAYAH TIMUR (RIFQHI HILAL AMRI, 2025)