ANALISIS RISIKO PRODUKSI NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH) DI KECAMATAN PANGA KABUPATEN ACEH JAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS RISIKO PRODUKSI NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH) DI KECAMATAN PANGA KABUPATEN ACEH JAYA


Pengarang

HUSNUL KHATIMAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1605102010030

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Provinsi Aceh merupakan sentra produksi utama untuk komoditi nilam di Indonesia. Diantara beberapa Kabupaten di Aceh, Aceh Jaya memiliki sejarah panjang dalam masa kejayaan nilam, namun muncul tantangan baru yakni menurunnya hasil produksi yang disebabkan oleh tidak stabilnya harga minyak nilam dan serangan hama penyakit. Kecamatan Panga memiliki luas areal penanaman nilam yang lebih luas jika dibandingkan dengan Kecamatan lainnya, namun produksinya lebih rendah. Maka dari itu terdapat indikasi bahwa produksi nilam di Kecamatan Panga Kabupaten Aceh Jaya mengalami risiko produksi. Penelitian ini menggunakan metode analisis risiko produksi model Just and Pope dan analisis koefisien variasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor produksi yang paling berisiko terhadap produksi nilam di Kecamatan Panga Kabupaten Aceh Jaya dan mengukur tingkat risiko produksi yang dialami oleh petani nilam di Kecamatan Panga Kabupaten Aceh Jaya. Hasil penelitian ini adalah faktor produksi yang paling berisiko terhadap produksi nilam di Kecamatan Panga Kabupaten Aceh Jaya adalah jumlah bibit dan tenaga kerja dimana variabel ini menjadi faktor produksi yang menimbulkan risiko (risk inducing factor) karena koefisien variabel bibit bernilai positif 1,214 kemudian tenaga kerja juga bernilai positif yakni sebesar 0,290. Sedangkan faktor produksi luas lahan menjadi faktor produksi yang mengurangi risiko (risk reducing factor) dimana nilai koefisien variabelnya bernilai negatif sebesar -0,598. Usahatani nilam di Kecamatan Panga Kabupaten Aceh Jaya memiliki risiko produksi yang tinggi, berdasarkan nilai koefisien variasi sebesar 0,67 > 0,5 yang berarti bahwa risiko produksi yang dihadapi oleh petani nilam sebesar 67% dari nilai produksi yang diperoleh.
Kata kunci : Nilam, Risiko Produksi, Tingkat Risiko Produksi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK