Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERSEPSI REMAJA TERHADAP PENGGUNAAN RAPID TEST DAN PCR SEBAGAI ALAT PENDETEKSI COVID-19: STUDI FENOMENOLOGI DI SMA NEGERI 4 MEDAN
Pengarang
ANASTASYA NABILA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1707101010060
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
COVID-19 atau Coronavirus Disease 2019 adalah suatu penyakit yang menyerang saluran pernapasan manusia dan disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Dalam penegakan diagnosis COVID-19, terdapat beberapa pemeriksaan yang dianjurkan di Indonesia, yaitu rapid test dan PCR. Rapid test merupakan alat diagnostik yang digunakan sebagai skrining awal suatu penyakit. PCR (Polymerase Chain Reaction) merupakan tes molekular yang mendeteksi DNA virus yang digunakan untuk mengkonfirmasi kasus COVID-19. Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengeksplorasi persepsi siswa remaja di SMA Negeri 4 Medan tentang penggunaan rapid test dan PCR sebagai alat pendeteksi COVID-19. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling dan mengumpulkan data dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 10 anak. Data yang didapat dianalisis dan dikelompokkan ke dalam tema-tema sejenis yang nantinya ditentukan menjadi tema akhir yang dituangkan menjadi suatu narasi kualitatif. Dari hasil penelitian ini didapatkan tiga tema yaitu persepsi terhadap penggunaan rapid test sebagai alat pendeteksi COVID-19, persepsi terhadap penggunaan PCR sebagai alat pendeteksi COVID-19 dan persepsi mengenai COVID-19. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persepsi remaja terhadap rapid test merupakan pemeriksaan yang murah, sederhana, cepat, kurang akurat, mahal, sakit sampai dengan rapid test merupakan sebuah bisnis; persepsi remaja terhadap PCR merupakan pemeriksaan yang lama, rumit, akurat, mahal, sakit sampai dengan PCR merupakan sebuah bisnis; dan persepsi remaja terhadap COVID-19 ada dan tidak ada, merupakan penyakit yang biasa, penyakit yang berbahaya, berasal dari laboratorium di China, berasal dari hewan bervirus, sampai COVID-19 merupakan sebuah bisnis.
Tidak Tersedia Deskripsi
RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI KEBOCORAN GAS DAN ASAP DENGAN MENGGUNAKAN MODUL SENSOR MQ-2 (Maqdar Mudarris, 2024)
RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI KEBAKARAN DAN KEBOCORAN GAS (Reza Dian Affandi, 2022)
PENGALAMAN PENYINTAS COVID-19 YANG TELAH MELAKUKAN UPAYA PENCEGAHAN PRIMER DI PROVINSI ACEH (Reca Melati Phonna, 2024)
PERUBAHAN PERILAKU REMAJA AKIBAT PANDEMI COVID-19 DI KAMPUNG PAYABEDI (M.ISMA RANDA, 2023)
HUBUNGAN DURASI DAN AKTIVITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE BERKELANJUTAN DENGAN PERILAKU REMAJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SMP NEGERI 1 KOTA BANDA ACEH (DIAN INDRIANI, 2021)