ANALISIS KARAKTERISTIK EKONOMI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS KARAKTERISTIK EKONOMI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Muhammad - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0301101010064

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan (S1) / PDDIKTI : 60201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kota Banda Aceh sebagai ibukota dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) tentunya memiliki karakter perekonomian tersendiri. Karena itu, penulis terdorong untuk melakukan penelitian dengan judul Analisis Karakteristik Ekonomi Kota Banda Aceh". Data vang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah data sekunder yang diperoleh dari kantor Walikota Banda Aceh, Badan Pusat Statistik dun sumber-sumber informasi lainnya yang terkait dengan penelitian ini.
Dalam menganalisis karakteristik ekonomi dapat kita lihat melalui sektor unggulan, pendapatan per kapita, kontribusi PAD terhadap PDRB, pengeluaran pemerintah dan elastisitas pendapatan. Penelitian ini di analisa secara deskriptif dan dengan metode kuantitatif. Alat analisis yang digunakan adalah Location Quotient (LQ), kontribusi dan elastisitas.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di peroleh gambaran karakteristik ekonomi Kota Banda Aceh di mana dari 9 sektor ekonomi, sektor yang paling unggulan adalah sektor bank dan keuangan lainnya serta sektor angkutan dan komunikasi. Pendapatan per kapita relatif tinggi. Kemandirian daerah rendah di mana kontribusi Rata-rata PAD terhadap APBD adalah 3,59 persen. pengelolaan pengeluaran pemerintah yang mengarah kepada peningkatan pembangunan yang tercermin dari pertumbuhan rasio rata-rata belanja tidak langsung yang minus yaitu sebesar -4,43 persen dan belanja langsungnya yaitu sebesar 28,92 persen. posisi pendapatan daerah yang elastis yaitu rata-rata 3.89 ini berarti PAD mempunyai hubungan yang sangat erat dengan PDRB sehingga mampu mendorong pertumbunan ekonomi.




Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK