UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA (PENELITIAN PADA GURU BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KABUPATEN ACEH TAMIANG) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA (PENELITIAN PADA GURU BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KABUPATEN ACEH TAMIANG)


Pengarang

RINIA MARISSAHIRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1506104030062

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Bimbingan dan Konseling (S1) / PDDIKTI : 86201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Karakter adalah kumpulan tata nilai yang menuju pada suatu sistem, yang melandasi pemikiran, sikap, dan perilaku yang ditampilkan. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan dalam melaksanakan pendidikan karakter di sekolah adalah mengoptimalkan pembelajaran materi pendidikan agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan dan upaya guru pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter siswa. Jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan mix methods. Subyek penelitian ini berjumlah 10 (sepuluh) guru pendidikan agama Islam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa hambatan dirasakan oleh guru dalam membentuk karakter siswa adalah terbatasnya waktu dalam proses belajar mengajar, siswa yang tidak aktif ketika mengikuti pembelajaran, terbatasnya media yang disediakan disekolah, siswa yang tidak terbuka ketika memiliki masalah, terdapat perubahan karakter siswa dari positif menjadi negatif, serta orang tua siswa yang tidak mendukung dalam proses membentuk karakter siswa. Upaya yang dilakukan guru PAI dalam menghadapi hambatan tersebut adalah guru PAI mempersiapkan diri terlebih dahulu, baik fisik maupun mental sebelum membentuk karakter siswa. Selanjutnya guru PAI melakukan pendekatan dalam bentuk komunikasi, silahturahmi, serta melakukan home visit. Selain itu, guru juga memberikan dorongan atau motivasi, memberikan dukungan, memberikan perhatian, memberikan penghargaan kepada siswa, dan ikut dalam kegiatan siswa seperti ibadah dan ekstrakulikuler. Guru PAI juga memahami perubahan karakter pada siswa, baik positif maupun negatif. Jika guru PAI mendapatkan perubahan karakter siswa yang bersifat positif, maka akan dipertahankan dan lebih ditingkatkan. Sebaliknya, jika perubahan bersifat negatif, maka guru PAI harus menghilangkan karakter tersebut dan melakukan pembinaan. Guru PAI harus menyadari bahwa Ia adalah pondasi utama dalam pembentukan karakter siswa di sekolah, makan guru menjadi tauladan yang baik bagi siswanya. Dari hasil angket yang telah diedarkan menjelaskan bahwa sebagian besar reponden menjawab dengan jawaban yang positif yang berarti jawaban reposden dominan pada karakteristik guru yang efektif dibandingkan dengan karakteristik guru yang tidak efektif.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK