<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="89403">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP DOKTER MENGENAI ISU ETIK KEDOKTERAN DALAM PENANGANAN COVID-19 DI RSUDZA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HANIFAH ZAIN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi sejak akhir tahun 2019 membuat sistem kesehatan diseluruh belahan dunia kewalahan. Hal ini  memunculkan tantangan etik pada sistem kesehatan saat penanganan pasien mencapai kapasitas maksimum selama penanganan pasien COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap sikap dokter PPDS di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh mengenai isu etik kedokteran dalam penanganan COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah probability sampling, dengan metode acak dengan kriteria inklusi responden merupakan dokter PPDS Fakultas kedokteran Universitas Syiah Kuala yang terdaftar dan aktif serta telah menjalani pendidikan minimal 6 bulan. Jumlah sampel penelitian sebanyak 80 dokter PPDS. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner online ke seluruh program studi dokter spesialis di RSUD dr. Zainoel Abidin. Analisis yang dilakukan adalah uji distribusi frekuensi dan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa sebanyak 30% responden memiliki pengetahuan baik, 77,5% responden memiliki sikap yang baik, dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap mengenai isu etik kedokteran dalam penanganan COVID-19 (p value = 0,077). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dokter PPDS mengenai isu etik kedokteran dalam penanganan COVID-19.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>89403</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-03-26 11:21:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-03-26 11:41:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>