<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="89398">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI KOPI DI KABUPATEN ACEH TENGAH DENGAN PENDEKATAN NILAI TUKAR PETANI (NTP)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RILO PAMBUDI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. Kabupaten Aceh Tengah adalah wilayah Provinsi Aceh yang memiliki kebun kopi terluas. Tingginya ketergantungan terhadap mata pencarian tidak menyebabkan tingginya pendapatan yg diperoleh petani kopi, namun sebaliknya Kabupaten Aceh Tengah memiliki tingkat pendapatan petani yang rendah. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kesejahteraan petani kopi di Kabupaten Aceh Tengah. Metode penelitian yang digunakan berdasarkan indikator-indikator Badan Pusat Statistik dan Nilai Tukar Petani (NTP) menggunakan data sekunder yang bersumber dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) BPS tahun 2017-2019. Berdasarkan hasil penelitian karakteristik dari petani di Kabupaten Aceh Tengah terdiri dari lebih banyak petani laki-laki dibandingkan dengan petani perempuan, dengan mayoritas berumur sekitar 40-49 tahun, berpendidikan SD dan memiliki lahan pertanian sendiri.  Sedangkan untuk hasil analisis yang digunakan yaitu dengan 8 indikator dari BPS (tingkat pendapatan, konsumsi atau pengeluaran rumah tangga, keadaan tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, kesehatan anggota keluarga, pelayanan kesehatan, pendidikan dan transportasi) diperoleh 78,5% masyarakat belum sejahtera pada tahun 2017, 89% pada tahun 2018 dan 78,5% pada tahun 2019. Sedangkan hasil yang diperoleh dengan pendekatan nilai tukar petani (NTP) menujukkan bahwa indeks pada masing-masing tahun tergolong</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>89398</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-03-26 10:48:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-03-26 11:10:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>