Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERAN LAULU DALAM SISTEM KEKERABATAN PADA MASYARAKAT SIMEULUE BARAT
Pengarang
Maswini - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1606101010012
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Maswini. 2020. Peran Laulu Dalm Sistem Kekerabatan Pada Masyarakat Simeulue Barat. Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:
(1) Drs. Amirullah, M.Si (2) Hasbi Ali, S.Pd., M.Si
Kata Kunci: Peran Laulu, Sistem kekerabatan Simeulue Barat
Penelitian ini berjudul: “Peran Laulu Dalm Sistem Kekerabatan Pada Masyarakat Simeulue Barat”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sistem kekerabatan pada masyarakat simeulue barat, (2) Untuk mengetahui kearifan lokal mallaulu dalam sistem kekerabatan pada masyarakat simeulue barat, (3) Untuk mengetahui bagaimana peran laulu dalam adat perkawinan pada masyarakat simeulue barat. Penelitian ini tergolong ke dalam jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sedangkan instrumen pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam.Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang tokoh adat dan 5 orang masyarakat. Lokasi penelitian terletak di Desa Sinar Bahagia, Desa Sigulai, Desa Lamamek, Desa Miteum dan Desa Amabaan, Kecamatan Simeulue Barat, Kabupaten Simeulue. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Sistem kekerabatan pada masyarakat simeulue barat yaitu: didasari pada tiga sistem kekerabatan berdasarkan sistem simbolik yaitu sistem kekerabatan berdasarkan hubungan darah, hubungan perkawinan dan hubungan keturunan. (2) Kearifan lokal mallaulu dalam sistem kekerabatan pada masyarakat simeulue barat yaitu: Kearifan lokal mallaulu dilaksanakan laulu (paman) Pelaksanaan kearifan lokal mallaulu dianggap tidak memberatkan karena sudah menjadi kewajiban seorang paman terhadap kemanakannya, kearifan lokal mallaulu dilaksanakan pada setiap acara-acara adat seperti perkawinan, selain mallaulu dalam adat perkawinan terdapat kearifan lokal lainnya yaitu nandong, mangiau belek dan manyabala. (3) Peranan malaullu dalam adat perkawinan adalah laulu sangat diperlukan atau berperan penting pada adat perkawinan, jika laulu tidak diundang maka laulu bisa membetalkan perkawinan tersebut. Simpulan penelitian ini adalah sistem kekerabatan pada masyarakat simeulue barat sudah dilaksanakan dan diterima baik oleh masyarakat.Hal ini berarti bahwa masyarakat simeulue barat telah melaksanakan sistem kekerabatan sudah cukup baik.Pelaksanaan kearifan lokal sudah dilaksanakan oleh paman sebagai laulu dalam kearifan lokal mallaulu.Saran dalam penelitian ini nilai-nilai dalam sistem kekrabatan pada masyarakat simeulue barat tidak pernah terjadi konflik dan patut dicontoh maka diharapkan masyarakat simeulue barat dapat menjaga sistem kekrabatan yang berlaku ditengah-tengah masyarakat dan Kearifan lokal pada masyarakat simeulue barat harus selalu dilaksanakan pada acar-acar adat seperti perkawinan karena ini menjadi sebuah nilai tersendiri dalam sistmem kekerabatan pada masyarakat simeulue barat.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGGUNAAN SAPAAN KEKERABATAN DALAM BAHASA DEVAYAN DI KECAMATAN SIMEULUE CUT (Silviana Anjeli, 2024)
NANDONG: KESENIAN TRADISIONAL SIMEULUE (Fadmi Septa, 2018)
TURIS ASING DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT SIMEULUE (STUDI DI DESA MAUDIL KECAMATAN TEUPAH BARAT) (Romi Fandayani, 2017)
PERSEPSI MASYARAKAT TEUPAH BARAT TERHADAP TOKOH CERITA SI BAKUDO BATU DI KECAMATAN TEUPAH BARAT KABUPATEN SIEMEULUE (Rinda, 2016)
PERAN PEMERINTAH KABUPATEN SIMEULUE DALAM PENYELESAIAN KONFLIK ANTAR KELOMPOK MASYARAKAT PENGAWAS DESA AIR PINANG DENGAN NELAYAN DARI LUAR DI PERAIRAN LAUT PULAU PINANG (Fiki Festian, 2022)