DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA L.) TERHADAP PERTUMBUAHAN ISOLAT METHICILLIN-RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS DARI SPUTUMRNPENDERITA PNEUMONIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA L.) TERHADAP PERTUMBUAHAN ISOLAT METHICILLIN-RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS DARI SPUTUMRNPENDERITA PNEUMONIA


Pengarang

Santri Sasmita Dewi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0807101010085

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2012

Bahasa

Indonesia

No Classification

615.321

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Pneumonia merupakan salah satu infeksi saluran nafas yang paling sering menyebabkan kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Pneumonia disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya adalah infeksi Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Selain dengan menggunakan antibiotik, pengobatan pneumonia bisa dilakukan dengan menggunakan tumbuhan obat. Daun pegagan (Centella asiatica L.) merupakan salah satu tumbuhan yang telah banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mengobati berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun pegagan memiliki aktivitas antibakteri terhadap MRSA isolat dari sputum penderita pneumonia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dibagi dalam 4 kelompok perlakuan dan 2 kelompok kontrol dengan 5 kali pengulangan. Kelompok perlakuan terdiri dari ekstrak etanol daun pegagan konsentrasi 12,5%, 25%, 50% dan 75%. Kelompok kontrol positif diberikan vancomycin 30 µg, sedangkan kelompok kontrol negatif menggunakan akuades. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi Kirby-Bauer. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pegagan dengan konsentrasi 12,5%, 25%, 50% dan 75% masing-masing membentuk zona hambat dengan rata-rata 11,4 mm, 13,6 mm, 15,4 mm dan 17 mm, sedangkan kontrol negatif dan kontrol positif masing-masing adalah 0 mm dan 21,2 mm. Hasil analisis data dengan menggunakan Analysis Of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan (P < 0,01%) menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pegagan memiliki daya hambat yang sangat nyata terhadap pertumbuhan MRSA isolat dari sputum penderita pneumonia dan semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol, semakin luas zona hambat yang terbentuk.

Kata kunci: Pneumonia, Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus, Centella asiatica L.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK