PENENTUAN PREMI DAN CADANGAN MANFAAT ASURANSI JIWA LAST SURVIVOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE RETROSPEKTIF | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENENTUAN PREMI DAN CADANGAN MANFAAT ASURANSI JIWA LAST SURVIVOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE RETROSPEKTIF


Pengarang

RIJALUD DHARMA NZ - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1508101010049

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Matematika (S1) / PDDIKTI : 44201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Asuransi jiwa last survivor adalah asuransi yang menanggung risiko kematiaan dua orang atau lebih nasabah di mana perusahaan asuransi sebagai penanggung akan membayar sejumlah santunan apabila semua nasabah sebagai pihak tertanggung meninggal dunia. Asuransi jiwa last survivor berdasarkan pembayaran manfaat terbagi menjadi 3 yaitu, asuransi jiwa last survivor endowmen murni, berjangka, dan dwiguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan premi tahunan dan cadangan manfaat asuransi jiwa last survivor endowmen murni, berjangka, dan dwiguna berdasarkan tabel mortalitas indonesia tahun 2011 menggunakan metode retrospektif serta melihat perilaku dari cadangan tersebut. Dalam menentukan premi tahunan dan cadangan manfaat dilakukan simulasi berupa peninjauan beberapa faktor, yaitu faktor usia dan jangka waktu untuk melihat perilaku kemudian diinterpretasikan hasilnya. Hasil yang diperoleh adalah nilai premi tahunan yang harus dibayarkan oleh nasabah dan cadangan manfaat yang harus disiapkan perusahaan apabila terjadinya klaim dalam jangka waktu yang ditentukan pada semua simulasi faktor yang akan ditinjau. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa berdasarkan faktor usia: Untuk asuransi jiwa last survivor endowmen murni semakin tua usia nasabah saat memulai asuransi semakin kecil nilai premi dan cadangan manfaat, sedangkan untuk asuransi jiwa last survivor berjangka dan dwiguna semakin tua usia nasabah saat memulai asuransi semakin besar nilai premi dan cadangan manfaatnya; berdasarkan faktor jangka waktu yang disepakati: untuk asuransi jiwa last survivor berjangka semakin sedikit jangka waktu yang disepakati semakin kecil nilai premi dan cadangannya, sedangkan untuk asuransi jiwa last survivor endowmen murni dan dwiguna semakin sedikit jangka waktu yang disepakati semakin besar nilai premi dan cadangannya.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK