PERTUMBUHAN TUNAS NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) DENGAN BEBERAPA KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH SECARA IN VITRO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERTUMBUHAN TUNAS NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) DENGAN BEBERAPA KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH SECARA IN VITRO


Pengarang

Era Maulia - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1805201010008

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroekoteknologi (S2) / PDDIKTI : 54111

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN


Era Maulia. Pertumbuhan Tunas Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Dengan Beberapa
Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Secara In Vitro di bawah bimbingan Dr. Ir. Zuyasna,
M.Sc sebagai ketua pembimbing dan Dr. Bakhtiar, S.P., M.Si sebagai pembimbing
anggota.

Nilam merupakan tanaman aromatik yang potensial untuk produk pertanian, kesehatan
dan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan protokol inisiasi tunas nilam
dengan menggunakan beberapa konsentrasi ZPT secara In Vitro. Penelitian ini
dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman Dinas Pertanian dan Perkebunan
Provinsi Aceh dan Jurusan Biologi Universitas Syiah Kuala dari bulan April 2019 sampai
dengan Februari 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok non
faktorial dengan perlakuan : (1) BAP 1 mg L
, (4)
NAA 2 mg L
-1
, (2) BAP 2 mg L
-1
, (3) NAA 1 mg L
-1
, (7)
BAP 1 mg L
-1
, (5) BAP 1 mg L
-1
+NAA 1 mg L
-1
, (6) BAP 1 mg L
-1
+NAA 2 mg L
-1
. Peubah data kualitatif
yaitu bentuk tunas, bentuk daun, buku daun dan bentuk akar. Data kuantitatif yaitu waktu
tumbuh tunas, tinggi tunas, jumlah tunas, warna tunas, jumlah daun, jumlah akar dan
panjang akar. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan pertumbuhan eksplan nilam
yang cenderung lebih baik terdapat pada konsentrasi BAP 1 mg L
-1
+NAA 1 mg L
-1
, (8) BAP 2 mg L
-1
+NAA 2 mg L
-1
.
Perlakuan BAP 1 mg L
-1
+NAA 2 mg L
-1
tersebut lebih baik berdasarkan pada peubah
waktu tumbuh tunas, tinggi tunas, jumlah tunas dan jumlah daun terbaik. Jumlah akar
yang lebih baik ditunjukkan pada konsentrasi BAP 2 mg L
-1
+NAA 2 mg L
-1
dan panjang akar lebih baik
diperoleh pada perlakuan BAP 2 mg L
-1
-1
+NAA 1 mg L
-1
.


Kata kunci : Nilam, Tunas, BAP, NAA, In Vitro

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK