<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="89178">
 <titleInfo>
  <title>RESPON PENGUSAHA KECIL BIDANG PETERNAKAN TERHADAP PROGRAM KEMITRAAN PADA PT. TELKOM. TBK NAD DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rika Wulandari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Rika Wulandari, &quot;Respon Pengusaha Kecil Bidang Peternakan Terhadap Program Kemitraan  Pada P.T.TELKOM Tbk. NAD di Kota Banda Aceh&quot;,di bawah bimbingan  Bapak Dr.Ir.Azhar Muslim,M.S.Sebagai pembimbing utama dan Bapak Ir. T. Makmur. M. Si. sebagai pembimbing kedua Salah satu   faktor  yang mendukung keberhasilan   pembangunan   adalah tercapainya kesejahteraan  masyarakat   terutama pengusaha kecil.   Permasalahan terbesar yang dimiliki pengusaha  kecil untuk meningkatkan pendapatannya adalah ketidakcukupan  modal  usaha. Salah  satu sektor  yang  ikut  membantu pengusaha kecil  dalam  penguatan  modal  adalah   sektor  perbankan.  Begi  ,engusaha  kecil sendiri cukup  sulit  mendapatkan  kepercayaan dari  sektor  perbankan  dan salah satu persyaratan  yang cukup  berat adalah   harus adanya  agunan  bagi  pihak tersebut.  Hingga akhimya pemenintah  mengambil  kebijaksanaan untuk membantu pengusaha   kecil  dengan   memberdayakan  keuntungan  dari sektor  Badan  Usaha Milik Negara  (BUMN)  untuk membina  dan mengembangkan usaha kecil  melalui pemberian  kredit, hal ini  tercantum  dalam  Keputusan Menteri Badan  Usaha milik Negara NOMOR    KEP-236/MBU/2003  tentang  Program  Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.Berdasarkan  surat Menteri  BUMN  Nomor  S-88/MBU.S2004 telah ditetapkan alokasi  dana untuk Propinsi  Nanggroe  Aceh Darussalam  untuk   14 perusahaan BUMN  yang ditunjuk menjadi pembina bagi pengusaha pengusaha kecil di daerah  Aceh,  salah satu  BUMN  tersebut yang ditunjuk adalah  PT Telkom Tbk  yang  mempunyai alokasi dana  sebesar 16,93  %,  dan  menjadi  perusahaan pembina yang kedua terbesar  setelah PT Pertamina yang dipercaya  untuk mengembangkan program  kemitraan untuk pengusaha kecil di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Dan  hal yang  menjadi nilai tambah dari kebijakan  ini adalah tidak  diperlukannya agunan untuk  menjadi  mitra  binaan dari  BUMN  pembina tersebut.Bagi  para pengusaha kecil di daerah Aceh pada umumnya, dalam penelitian ini konsentrasinya  adalah peternak, adalah kesempatan yang ditunggu-tunggu  untuk mendapatkan  penguatan modal tanpa agunan. Menurut pengakuan  para peternak. hal tersebut yang menjadi  salah  satu kesulitan mereka untuk mendapatkan kredit dari pihak bank untuk usaha merrka.&#13;
Penelitian  ini bertujuan  untuk  mengetahui   respon  para   peternak  mitra binaan   terhadap    pelaksanaan    program    kemitraan    yang  dilakukan   oleh   PT. TELKOM Tbk.  NAD  ditinjau  dari  reaksi  dan atau  tanggapan  masyarakat dalam menyikapi program kemitraan yang dijalankan oleh perusahaan tersebut.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan  bahwa peternak mitra binaan PT. TELKOM.  Tbk  NAD  memberikan respon yang baik  terhadap  program   tersebut. hal ini terlihat  dari  munculnya  skor  penilaian  sebesar  66.41  %  atau  425  berada pada   range   respon   terhadap   program   kemitraan   yang   dijalankan  perusahaan tersebut    secara   keseluruhan    terhadap  parameter   yang   ada.    yaitu  prosedur kemitraan,  proses seleksi kemitraan,  penyaluran bantuan, tingkat bunga, pengembalian  bantuan, pemanfaatan bantuan,  pembinaan usaha,  dan sukses yang dicapai.Sedangkan  keterlaksanaan  program kemitraan   oleh  PT.  TELKOM.   Tbk NAD dengan  peterak mitra binaan di kota Banda Aceh  secara  keseluruhan  dapat disimpulkan   bahwa   responden  merasa   pelaksanaan   program   tersebut   sudah berjalan dengan baik dan hampir total sesuai filosofi yang mendasari  pelaksanaan Program  Kemitraan   yang  diwajibkan   bagi  BUMN.  Hal-hal  yang   masih kurang mendapat  respon   dari mitra   adalah   masih  adanya  sistem  keberpihakan  dalam penyeleksian  calon  mitra binaan dari pihak  pembina, yang  mana  hal ini  tidak sesuai  dengan  filosofi  Program  Kemitraan BUMN   yang  ketiga yaitu &quot;Adanya jaminan netralitas atau ketidakberpihakan pada golongan  tertentu  atas pelaksanaan Program Kemitraan oleh BUMN&quot;.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>89178</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-03-23 13:14:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-03-23 13:16:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>