<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="89138">
 <titleInfo>
  <title>KONFLIK ANTARA BEACUKAI DAN BURUH PIKUL DALAM PENANGANAN PENYELUDUPAN BARANG ILEGAL DI PELABUHAN BALOHAN KOTA SABANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ROSSA WULANDARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyitaan barang ilegal (gula) yang dilakukan oleh Bea cukai membuat masyarakat yang bekerja sebagai buruh pikul merasa resah. Gula tersebut terkadang tidak hanya disita tetapi juga pernah dibuang ke laut sehingga membuat buruh pikul melakukan resistensi karena telah menghilangkan salah satu mata pencaharian masyarakat Balohan Sabang. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana konflik yang terjadi antara pihak Bea Cukai dan buruh pikul yang terjadi di Balohan Sabang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori Konflik dalam perspektif Ralph Dahrendord, Dahrendorf dalam teori nya menyatakan bahwa konflik terjadi akibat perbedaan kekuasaan dan kepentingan dimana menurutnya dalam sistem sosial selalu ada kelompok yang memiliku kekuasaan dan yang dikuasai. Dimana kelompok yang memiliki kekuasaan berusaha mempertahankan status quo dan pihak yang dikuasai menginginkan sebuah perubahan agar melindungi kepentingannya. Jenis penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik yang terjadi antara pihak Bea Cukai dan Buruh Pikul dikarenakan pihak pemilik Gula (Cukong) yang memasukkan barang mereka tanpa adanya laporan kepada Bea Cukai, sehingga Bea Cukai mengklaim bahwa gula tersebut ilegal. Pihak buruh pikul yang tidak tahu menahu terkait keterangan barang yang dipikul nya menjadi korban konflik dengan Bea Cukai dikarenakan mereka hanya tahu bahwa jika barang tersebut tidak diantar maka mereka tidak mendapatkan uang apapun sehingga konflik pun tidak terbendung. Disisi lain Bea Cukai berusaha mempertahankan status quo nya (kewenangannya sebagai pengawas barang ilegal) dikarenakan tugas mereka sudah diamanahkan oleh UUD dan pemerintah.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>89138</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-03-22 15:05:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-03-23 09:41:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>