<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="89067">
 <titleInfo>
  <title>MEDIASI TERHADAP PERSELISIHAN RUMAH TANGGA MELALUI MEKANISME ADAT DI KEMUKIMAN KAMPONG BARO KECAMATAN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fadlil Akbar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berdasarkan  pasal  1  Undang-Undang  No  1  Tahun  1974  menyatakan  “perkawinan  adalah  ikatan  lahir  batin  antara  seorang  pria  dan  wanita  sebagai suami  istri  dengan  tujuan  membentuk  keluarga  atau  rumah  tangga  yang  bahagia dan  kekal  berdasarkan  Ketuhanan  Yang  Maha  Esa”.  Dalam  menjalankan  rumah tangga  seharusnya  kekal  abadi  selama-lamanya  sesuai  yang  di  cantumkan  dalam Undang-Undang tersebut. &#13;
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan mekanisme adat dan peran  mediasi  terhadap  perselisihan  rumah  tangga  melalui  mekanisme  adat  di Kemukiman Kampong Baro. &#13;
Penelitian  ini  menggunakan  metode  yuridis  empiris.  Dimana  peneliti  ingin mengetahui  bekerjanya  hukum  di  masyarakat  terhadap  aturan-aturan  tentang mediasi  perselisihan  rumah  tangga  melalui  mekanisme  adat,  penelitian  ini menggunakan  data  primer  yang  diperoleh  melalui  penelitian  lapangan  berupa hasil wawancara dengan responden dan informan serta memadukan dengan kajian kepustakaan  seperti  buku  teks,  Peraturan  Perundang-Undangan  dan  teori  yang merupakan data sekunder.  &#13;
Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  dalam  pelaksanaan    mediasi  dalam sengketa  perselisihan  rumah  tangga  melalui  mekanisme  adat  ada  beberapa  tahap yang  di  jalankan  oleh  hakim  adat,  pertama  tahap  pelaporan,  kedua  mediasi musyawarah,  dan  yang  ketiga  merupakan  hasil  yang  telah  dimediasi  oleh  hakim adat. Kedudukan putusan dari hakim adat dalam kasus perselisihan rumah tangga adalah  suatu  titik  akhir  dari  sebuah  mekanisme  penyelesaian  mediasi  yang dilakukan  oleh  pihak  adat  tingkat  Gampong  dalam  menangani  permaslahan perselisihan  rumah  tangga  yang  terjadi,  pada  saat  diuji  dengan  kepastian  hukum bentuk  putusan  peradilan  adat  terhadap  sengketa  perselisihan  rumah  tangga  di Gampong  Kampong  Baro  Kemukiman  Kampong  Baro  belum  terpenuhi  sebuah unsur kekuatan hukum tetap. &#13;
Disarankan  untuk  kedepannya  tokoh-tokoh  lembaga  adat  dalam menangani mediasi  perselisihan  rumah  tangga  harus  mempunyai  pengalaman  di  bidang mediasi  ataupun  pengetahuan  dasar  dalam  menangani  penyelesaian  sengketa perselisihan rumah tangga.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>89067</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-03-19 11:26:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-03-19 15:17:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>