FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PETANI KOPI BERALIH MENJADI PETANI KOPI BERSERTIFIKASI ORGANIK DI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PETANI KOPI BERALIH MENJADI PETANI KOPI BERSERTIFIKASI ORGANIK DI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH


Pengarang

Dismi Madrigal - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0305102010076

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

DISMI MADRIGAL "Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Petani Kopi Berlih Menjadi Petani Kopi Bererifikasi Organik di Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah" di bawah bimbingan Bapak Ir. Azhar A. Gani, M.Se selaku pembimbing utama dan Bapak Dr. Ir. Fajri Jakfar, M.Sc selaku pembimbing kedua.Petani kopi bersertifikasi organik sudah dapat memanfaatkan dengan baik keunggul an dari tanaman kopi yang mereka miliki berkaitan dengan budidaya dan hasil panennya.Dengan adanya Badan Usaha / Koperasi pendapatan petani kopi bersertifikasi organik meningkat karena petani mendapatkan harga jual yang lebih tinggi serta premi/fee atas upaya mereka mengusahakan usahataninya secara organik. Sebenarnya sejak dari dulu petani jarang menggunakan bahan-bahan kimia untuk merawat dan memelihara kebun mereka namun karena belum ada badan yang memberikan lisensi organik pada kebun mereka sehingga petani kopi tidak dikatakan petani kopi organik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang telah mempengaruhi petani kopi sehingga beralih secara signifikasi manjadi petani kopi
yang bersertifikasi organik di Kecamatan Bebesen. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah dengan menggunakan metode survey. Pengumpulan data primer langsung dari petani sampel melalui observasi, wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan. Data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan, literature dan dokumen dari instansi yang terkait dengan penelitian ini. Pengam bilan desa sampel dilakukan secara sengaja dengan asumsi bahwa desa sampel tersebut sudah dapat mewakili desa-desa lainnya di Kecamatan Bebesen serta di desa sampel tersebut terdapat Badan Usaha / Koperasi yang berbeda antara satu desa dengan desa yang lain. Tiga desa yang dipilih sebagai daerah penelitian yaitu : Blang Gele, Ulu Nuwih dan Lelabu. Dari setiap desa diambil sampel sebesar 15 % dari jumlah populasi petani kopi yang menjadi mitra Badan Usaha / Koperasi secara Sampe l Random Sampling sehingga terpilih 52 orang sampel petani kopi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua faktor-faktor telah mempengaruhi petani kopi beralih menjadi petani kopi berserti fikasi organik. Hasil analisis faktor-faktor yang mempengaruhi petani kopi beralih menjadi petani kopi bersertifikasi organik dengan menggunakan Chi Squer pada tingkat signifikan untuk X; = 0,05 menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi petani kopi beralih menjadi petani kopi yang bersertifikasi organik adalah faktor harga jual, faktor premi/fee, faktor luas lahan, dan faktor pendapatan, sedangkan faktor bantuan dari Badan Usaha / Koperasi tidak mempengaruhi petani kopi.









Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK