<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="89059">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERKEMBANGAN SURPLUS BERAS DI PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Irwansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Adapun tuyuan  dalam  penelitan  in   adalah  untuk mehihat  perkembangan surplus  beras di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Data yang dikumpulkan dalam  penehitian ini adalah data skunder dalam bentuk    time  seres   (data  rangkanan  waktu)  dani   tahun   1980-2003.Variabel produksi   gabah,ketersediaan  beras,   konsumsi    beras  dan  buffer   stock  dapat mendeskriptiskan   perkembangan    surplus    beras   di   Provinsi   Nanggroe   Aceh Darussalam Perkembangan  surplus  beras   12  tahun  terakhir  ini  di  Provinsi  Nanggroe Aceh Darussalam  mencapai puncaknya  pada  tahun  1992  yaitu sebesar  318.516 ton.   penyebab  utama terjadinya  penurunan surplus  beras  selama  kurun waktu  12 tahun  terakhir ini  adalah discbabkan  karena  perkembangan produksi  padi  tidak mengikuti  laju  pertumbuhan penduduk.  walaupun di  tahun  1998 surplus beras sempat  mengalami kenaikan  yaitu  dari  244.234 ton  tahun  1997  menjadi  293.762 ton  tahun  1998, namun pada tahun  berikutnya surplus beras  tersebut  mengalami penurunan yang sangat drastis yaitu dari 293.762 ton tahun  1998  menjadi  163.395 ton di tahun 2002. Sedangkan pada tahun  2003  surplus  beras mengalami kenaikan yaitu dan 163.395 ton tahun 2002 menjadi 309.126 ton di tahun 2003.Penyebab utama  terjadinya  kenaikan  surplus  beras  ditahun  2003  ini  adalah  disebabkan karena berkurangnya laju  pertumbuhan penduduk dani 4.315.350 jiwa tahun 2002 menjadi 4.218.486 jiwa tahun 2003  dan perkembangan produksi padi mengalami kenaikan dani   1.314.165  ton  gabah  kering  giling  tahun  2002  menjadi  1547.499 ton gabah kering giling di tahun 2003 Implikasi dari hasil penelitian ini Pemerntah Daerah  harus mengambil kebijakan   untuk   peningkatan   produksi   beras   melalui   pengunaan   teknologi pertanan dan subsidi  kepada petani.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>89059</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-03-19 10:25:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-03-19 10:26:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>