KEMAMPUAN EKSRTAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA LAMK.) MENURUNKAN LEVEL ENDOMETRITIS PADA SAPI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KEMAMPUAN EKSRTAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA LAMK.) MENURUNKAN LEVEL ENDOMETRITIS PADA SAPI ACEH


Pengarang

MEUTIA HANDAYANI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1602101010202

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Endometritis merupakan peradangan pada lapisan endometrium uterus yang sering terjadi pada ternak. Penanganan penyakit endometritis dapat dilakukan dengan memberikan terapi antibiotik dengan risiko efek samping yang tidak diharapkan. Salah satu terapi alternatif yang dapat digunakan yaitu ekstrak daun kelor (Moringa oleifera). Daun kelor memiliki kandungan flavonoid yang tinggi, yang paling dominan yaitu kuersetin yang mampu menghambat adanya suatu reaksi inflamasi pada endometritis. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dalam menurunkan level endometritis pada sapi aceh. Dalam penelitian ini digunakan tiga ekor sapi aceh yang berasal dari UPT. Hewan Coba Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Pada pemeriksaan level endometritis dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan dilakukan menggunakan metode White Side Test (WST). Untuk koleksi mukus serviks sapi estrus terkait keperluan pemeriksaan WST, dilakukan induksi berahi dengan prostaglandin F2 alpha (PGF2?) dengan dosis 25 µg. Koleksi mukus serviks dilakukan 8-12 jam setelah awal berahi. Seluruh sapi endometritis mendapat perlakuan dengan ekstrak daun kelor dengan konsentrasi 20% secara intrauterin setiap 24 jam selama seminggu dengan volume larutan 20 ml. Rata-rata level endometritis sebelum dan setelah perlakuan masing-masing adalah 2,7. Disimpulkan bahwa ekstrak daun kelor dengan konsentrasi 20% belum dapat menurunkan level endometritis pada sapi aceh.

Kata kunci: sapi aceh, endometritis, ekstrak daun kelor
ABSTRACT

Endometritis is an inflammation of the uterine endometrial lining that often occurs in livestock. Endometritis can be treated by antibiotic therapy with the risk of undesirable side effects. One alternative treatments for endometritis is the use of Moringa oleifera leaf extract. Moringa leaves contain high flavonoids and the most dominant compound in flavonoid is kuersetin which can inhibit an inflammatory reaction in endometritis. This study aims to determine the ability of Moringa oleifera leaf extract in reducing endometritis levels in Aceh cows. This study used three Aceh cows from UPT. Experimental Animals, Faculty of Veterinary Medicine, Syiah Kuala University. Examination of the endometritis level was carried out before and after treatment using the White Side Test (WST) method. For the collection of oestrus cervical mucus needed for WST examination, heat induction was performed using injection of 25 µg prostaglandin F2 alpha (PGF2?). Collection of cervical mucus is performed 8-12 hours after initiation of heat. All cows with endometritis were treated with 20 ml of 20% Moringa leaf extract intrauterine every 24 hours for a week. The endometritis rate before and and after treatment was 2.7. It is concluded that moringa leaf extract with a concentration of 20% can not reduce the level of endometritis in Aceh cows.

Keywords: Aceh cows, Endometritis, Moringa oleifera leaf extract

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK