PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP BERBASIS CODE OF CONDUCT FOR RESPONSIBLE FISHERIES (CCRF) DI KABUPATEN PIDIE DI KABUPATEN PIDIE OF CONDUCT FOR RESPONSIBLE FISHERIES (CCRF) DI KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP BERBASIS CODE OF CONDUCT FOR RESPONSIBLE FISHERIES (CCRF) DI KABUPATEN PIDIE DI KABUPATEN PIDIE OF CONDUCT FOR RESPONSIBLE FISHERIES (CCRF) DI KABUPATEN PIDIE


Pengarang

DENI SATRIA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1511103010046

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pengelolaan perikanan adalah segala upaya yang terintegrasi dalam peraturan perundang-undangan di bidang perikanan untuk mencapai produktivitas sumber daya hayati perairan yang berkelanjutan. Kegiatan pengelolaan perikanan di perairan dengan produktivitas sumber daya ikan yang tinggi harus memperhatikan aspek-aspek yang dapat mendukung tercapainya pengelolaan perikanan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kabupaten Pidie terletak di sebelah timur Aceh yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka dan memiliki produktivitas sumber daya ikan yang tinggi dengan menggunakan berbagai alat tangkap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengelolaan alat tangkap ramah lingkungan berdasarkan Kode Etik Perikanan Bertanggung Jawab (CCRF) di Kabupaten Pidie. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, scoring, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap yang termasuk kategori sangat ramah lingkungan adalah; (1) garis tangan; (2) Rawai, (3) jaring insang, dan (4) pukat cincin. Sedangkan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan adalah; (1) Pukat pantai yang dimodifikasi dan (2) Pukat pantai. Strategi yang digunakan dalam pengelolaan perikanan tangkap ramah lingkungan adalah peningkatan, pemantauan, dan penegakan hukum atas alat tangkap tidak selektif yang cenderung merusak, mengoptimalkan sumber daya manusia dalam pemanfaatan sumber daya ikan hingga pengelolaan perikanan tangkap yang ramah lingkungan baik pada praproduksi hingga pasca produksi- produksi, meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana dalam mendukung operasi perikanan tangkap yang ramah lingkungan, memantau kegiatan perikanan serta wilayah sekitar pelabuhan atas pencemaran yang mengganggu tatanan kualitas lingkungan, dan sosialisasi penggunaan teknologi ramah lingkungan terkini.

Kata Kunci: Alat Tangkap Ramah Lingkungan, Perikanan Tangkap, Pengelolaan, Kabupaten Pidie

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK