<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="88997">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENDAPATAN USAHA KUE KHAS ACEH DI DESA LAMBUNG KECAMATAN MEURAXA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Endiyani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Endiyani  dengan judul skripsi Analisis Pendapatan Usaha Kue  Khas Aceh  di  Desa Lambung  Kecamatan  Meuraxa&quot;,    dibawah   bimbingan  Ibu Agustina Arida, SP. M.Si   sebagai pembimbing utama dan Ibu Zakiah, SP. M.Si sebagai pembimbing kedua.Usaha kue khas Aceh  digerakkan oleh industri rumah tangga di pedesaan. Kue khas Aceh  merupakan kebutuhan yang diminati  masyarakat  untuk  acara • acara penting di pedesaan scperti kebutuhan untuk barang hantaran pada saat pesta perkawinan,  snack di  waktu lebaran,  oleh- oleh  dan lain  - lain.  Keberadaan industri rumah tangga tersebut mempunyai arti yang sangat penting bagi peningkatan pendapatan rumah tangga, yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi bagi  peningkatan sub sektor industri  rumah tangga di Kota Banda Aceh.Penelitian ini untuk mengetahui besarnya pendapatan yang di terima pada usaha  kue  khas  Aceh  di  Desa  Lambung  Kecamatan Meuraxa serta  untuk mengetahui   keadaan usaha tersebut, apakah usaha tersebut dapat terus dijalankan atau tidak dengan menggunakan Analisis Pendapatan, Benefit Cost  Ratio (BC Ratio), Return of Investment (ROI) dan Break Even Point (BEP) .Besarnya pendapatan  bersih yang diterima  pada usaha  kue  khas Aceh di Desa Lambung Kecamatan Meuraxa  sangat beragam. Hasil  penelitian diketahui bahwa pendapatan bersih yang diperoleh pada usaha kue khas Aceh jenis dodol,meuseukat dan wajieb adalah sebesar Rp 75.167,-/produksi  ( Rp 25.055,- untuk kue dodol, Rp 25.055,- untuk  kue meuseukat dan Rp 25.055,-untuk kue wajieb).Pada    usaha  kue  khas  Aceh  jenis   bhoi  adalah  sebesar  Rp 2.667.-/produksi  dan ada usaha kue khas Aceh jenis peunajoh thoi  adalah sebesar  Rp 8.750.-/produksi.&#13;
Analisis  Benefti Cost Ratio usaha  kue  khas  Aceh  pada masing masing industri  rumah tangga yaitu pada rumah tangga  yang melakukan usaha kue khas Aceh jenis  dodol,  meuseukat dan  wajieb  di  peroleh  Benefit  Cost  Ratio  sebesar I.I7.   Pada   rumah   tangga  yang   melakukan    usaha   kue   khas  Aceh  jenis   bhoi diperoleh Benefit Cost Ratio sebesar 1.02 dan pada rumah tangga yang melakukan usaha  kue khas Aceh jenis  peunajoh thoi  diperoleh Benefit  Cost Ratio sebesar 1,08.  Yang  berarti  bahwa  setiap  penambahan  biaya  sebesar  satu   satuan rupiah akan menambah peneriman    masing masing sebesar  Rp  I.I7.-  untuk  usaha dodol,  meuseukat  dan  wajieb.  Rp  1.02,-  untuk usaha bhoi dan  Rp  1.08.-  untuk usaha   peunajoh  thoi.   Schingga   dapat   dikatakan    bahwa   usaha   tersebut   dapat menguntungkan dan layak untuk  terus dijalankan.Terdapat   perbedaan  tingkat   efisiensi   penggunaan   modal   pada  masing  •masing usaha  kue khas Aceh,  yaitu jenis dodol,  meuseukat  dan  wajieb diperoleh ROI sebesar 17 %, kue bhoi diperoleh ROI sebesar 2 % dan  kue peunajoh thoi diperoleh ROI  sebesar  8 %.   Artinya menggambarkan bahwa dari Rp 1,00 modal yang  digunakan akan  diperoleh   keuntungan sebesar  Rp  17,- untuk  usaha  dodol, meuseukat dan wajieb. Rp 2,- untukusaha bhoi  dan  Rp 8.- untuk usaha  peunajoh thoi.Berdasarkan biaya  produksi yang dikeluarkan. maka  dapat  diketahui BEP volume produksi dan  BEP harga produksi.  Usaha  kue  khas Aceh  jenis  dodol, meuseukat,  wajieb,  bhoi  dan   peunajoh  thoi   BEP  volume  produksi   pada  saat produksi   I    talam  dan  BEP  harga  produksi  tercapai pada  saat  harga  sebesar  Rp&#13;
144.944/talam  untuk  kue  dodol,  meusekat  dan   wajieb.  BEP  harga  produksi sebesar Rp 117.333/talam untuk kue bhoi.  Dan  BEP harga produksi  sebesar Rp 111.250/alam  untuk kue peunajoh thoi.Total   pendapatan    keluarga   pada   usaha   kue  khas Aceh   jenis  dodol, meuseukat   dan  wajieb  adalah   Rp  3.502.067,-   pendapatan   tersebut   diperoleh hanya  dari pendapatan  usaha  kue,  sehingga   kontribusi  dari   usaha   kue  dodol, meusekat  dan  wajieb adalah  100  %. Sedangkan pada  usaha  kue  khas  Aceh jenis bhoi  diperoleh  total  pendapatan keluarga adalah sebesar Rp  1.551.667.-  dengan kontribusi  usaha  kue bhoi  42 %.  Dan pada  usaha  kue khas Aceh jenis peunajoh thoi, total  pendapatan  keluarga   adalah Rp 2.272.550,-  dengan  kontribusi  usaha kue peunajoh thoi  12%.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
ii&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>88997</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-03-17 12:24:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-03-17 12:29:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>