Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KAJIAN RANTAI PEMASARAN BERAS BLANG BINTANG DI KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR
Pengarang
Cut Nita Meutia - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0405102010057
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Cut Nita Meutia,"Kajian Rantai Pemasaran Beras Blang Bintang di Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar", di bawah bimbingan Ibu Dr. Ir. Evi Lisna, M.Sc.sebagai pembimbing utama dan bapak Ir.M.Nasir Abdussamad, M.Si. sebagai pembimbing kedua.Beras Blang Bintang merupakan beras yang berasal dari daerah Blang Bintang. Beras ini memiliki bentuk yang panjang dan runcing, warnanya bening dan rasanya yang lemak dan bergetah. Pemasaran beras Blang Bintang merupakan perasalahan yang perlu dikaji, karena sister pemasaran yang tepat dapat meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan keuntungan bagi setiap lembaga pemasaran.Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mendeskripsikan rantai pemasaran beras Blang Bintang, menganalisis share yang diperoleh petani dan mengetahui margin serta profit margin pemasaran beras Blang Bintang.Penelitian inidilakukan pada 2 Desa sampel yaitu Desa Cot Mancang dan Desa Bueng Bak Jok. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode Survey. Penentuan desa sampel dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling), karena 2 Desa tersebut merupakan Desa yang paling dekat dengan bandara Sultan Iskandar Muda yang merupakan daerah Blang Bintang, yang lahan sawahnya lebih luas dari Desa-Desa lain yang dekat dengan bandara. Pemilihan petani sampel dilakukan dengan metode acak sederhana (Simple Random Sampling) dengan jumlah petani sampel 35 orang ( 10 % dari jumlah populasi).penentuan Peda gang sam pel dilakukan dengan metode Snaw-Ball Sampling pada setiap pelaku pemasaran yang terlibat yaitu petani, pedagang pemilik kilang padi, pedagang grosir dan pedagang pengecer.Berdasarkan hasil penelitan, maka dapat dideskripsikan bahwa rantai pemasaran beras Blang Bintang melibatkan petani, pedagang pemilik kilang padi, pedagang grosir, dan pedagang pengecer. Lembaga-lembaga pemasaran tersebut membentuk lima tipe saluran pemasaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa share yang diperoleh oleh petani pada saluran pemasaran tipe I adalah 84 %, pada saluran pemasaran tipe II adalah 83 %. Pada saluran pemasaran tipe III share yang diperoleh Petani adalah 86 %, pada saluran pemasaran tipe IV adalah 85 % dan pada saluran pemasaran tipe V adalah 90 %. Dari hasil penelitian tersebut dapat dilihat bahwa share yang diperoleh petani masih tergolong tinggi, akan tetapi apabila petani mau melakukan upaya peningkatan nilai tambah pada beras Blang Bintang maka pendapatan petani akan semakin besar.Analisis margin pemasaran memperlihatkan bahwa pada saluran pemasaran tipe I margin pemasaran yang diperoleh sebesar 610 rupiah, pada saluran pemasaran tipe II margin pemasaran yang diperoleh sebesar 640 rupiah. Pada saluran pemasaran tipe III margin pemasaran yang terbentuk 520 rupiah, pada saluran pemasaran tipe IV margin pemasaran yang ternbentuk adalah 580 rupiah dan pada saluran pemasaran tipe V margin pemasaran yang terbentuk adalah 340 rupiah.Hasil penelitian profit margin meununjukkan bahwa saluran pemasaran tipe I profit margin yang terbentuk adalah 245 rupiah pada pedagang pemilik kilang padi, pada saluran pemasaran tipe II profit margin yang terbentuk adalah 82 rupiah pada pedagang pemilik kilang padi, 88 rupiah pada pedagang grosir dan 102 rupiah pada pedagang pengecer. Pada saluran pemaasaran tipe III profit margin yang terbentuk adalah 82 rupiah pada pedagang pemilik kilang padi dan 148 rupiah pada pedagang grosir. Sedangkan pada saluran pemasaran tipe IV profit margin yang terbentuk adalah 67 rupiah pada pedagang pemilik kilang padi dan 162 rupiah pada pedagang pengecer. Dan pada saluran pemasaran tipe V profit margin yang terbentuk adalah 129 rupiah pada pedagang pemilik kilang padi.
Profit yang diterim a oleh pedagang pemilik kilang padi per minggunya adalah 9.529.960 rupiah, profit yang diterima oleh pedagan g grosir per minggunya adalah 991.200 rupiah dan profit yang diterima oleh pedagang pengecer adalah112.992 rupiah.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa rantai pemasaran beras Blang Bintang yang panjang menyebabkan rendahnya share yang diperoleh oleh petani dan tingginya margin pemaasaran yang terbentuk.
Tidak Tersedia Deskripsi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KECAMATAN KUTA BARO DAN BLANG BINTANG ACEH BESAR (Cut Reva Ony Auliya, 2019)
ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI PEMASARAN KILANG PADI BLANG WEU DI DESA LAMBUNOT KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN ACEH BESAR (STUDI KOMPARATIF BERAS MEDIUM CAP BULOG DAN CAP BW) (Dina Meilisa, 2020)
ANALISIS SIFAT TERMOFISIK UDARA RUANG PENYIMPANAN BERAS PADA GUDANG BULOG BLANG BINTANG KABUPATEN ACEH BESAR (Etika, 2014)
EVALUASI KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE PCI STUDI KASUS RUAS JALAN ATEUK ANGGUK KUTA BARO ACEH BESAR (RINAWATI, 2021)
SURVEI PENERAPAN BIOSEKURITI DALAM PENANGANAN PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) OLEH PETERNAK DI KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR (Lailatul Hasanah, 2023)