<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="88966">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS JENIS BAHAN PELAPIS TERHADAP PELAPISAN BUAH PISANG BARANGAN (MUSA PARADISIACA L) PADA TINGKAT KEMATANGAN BERBEDA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dina Alfiana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pisang  barangan  merupakan   produk  hortikultura  yang tidak  tahan  disimpan lama dan mudah mengalami pembusukan.  Hal ini disebabkan buah pisang yang  telah dipanen merupakan   struktur  hidup  yang  masih melakukan respirasi  dan transpirasi. Usaha  untuk mencegah kerusakan  pasca panen sekaligus  mempertahankan umur simpan akibat  laju respirasi dan transpirasi antara lain dengan penggunaan pelapisan (coating).   Pelapisan   merupakan    suatu    metode    pemberian   lapisan    tipis   pada permukaan  buah  untuk  menghambat  keluarnya  gas,  uap air,  dan  kontak  dengan oksigen,  sehingga proses pemasakan dan reaksi pencoklatan buah dapat diperlambat. Oleh  karena itu, penelitian  ini bertujuan untuk  mengetahui  pengaruh jenis  bahan pelapis (kitosan dengan lilin lebah) dan tingkat kematangan buah pisang (kematangan hijau  penuh, kuning 25% dan kuning  50%) yang dilapisi terhadap  perubahan  mutu buah pisang selama penyimpanan.Penelitian  ini   dilakukan   dengan menggunakan   Rancangan  Acak Lengkap (RAL) Faktorial pola 2 x 3 dengan dua faktor.  Faktor I   yaitu jenis bahan pelapis (P) yang terdiri atas 2 taraf, yaitu:  PI (Pelapis kitosan 1,5%) dan  P2 (Pelapis lilin lebah&#13;
6%).   Faktor   II    yaitu  tingkat  kematangan    buah   (T)   yang  terdiri   atas   3  taraf  : T1  (Hijau penuh), T2  (Kuning  25%.),  dan  T3 (Kuning  50%).  Kombinasi  perlakuan adalah 2  x  3 =6, dengan menggunakan 3 (tiga) kali ulangan,  sehingga diperoleh 18 satuan  percobaan.  Analisis yang dilakukan terhadap pisang meliputi  :  analisis kadar air, susut bobot, total padatan terlarut, total asam, tingkat kekerasan, dan uji deskriptif (warna dan penampakan) .Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  jenis  bahan pelapis  (kitosan  dan  lilin lebah) berpengaruh sangat nyata terhadap  kekerasan dan susut  bobot pisang barangan dan berpengaruh nyata terhadap kadar air dan total padatan terlarut, serta berpengaruh tidak nyata terhadap  total  asam,  uji  deskriptif warna dan  penampakan pisang barangan.  Pelapisan  pisang dengan kitosan  mempunyai  kadar air, total  padatan terlarut, tingkat kekerasan dan uji deskriptif warna yang  lebih  tinggi dibandingkan lilin lebah, namun mempunyai susut bobot dan uji deskriptif penampakan yang lebih rendah dibandingkan lilin lebah.Tingkat  kematangan  pisang  berpengaruh  sangat nyata  terhadap  kadar  air,susut  bobot, total  padatan terlarut, total asam, tingkat  kekerasan,  uji deskriptif warna dan  penampakan.  Pisang dengan kematangan  kuning 50%  mempunyai kadar  air, susut  bobot,  total  padatan  terlarut,  uji  deskriptif warna  dan  penampakan lebih tinggi dibandingkan  pisang dengan kematangan kuning 25% dan hijau penuh, dan sebaliknya mempunyai tingkat kekerasan yang lebih rendah.&#13;
Interaksi  antara jenis  bahan  pelapis  dan  tingkat  kematangan  berpengaruh sangat   nyata   terhadap   susut   bobot   dan   uji   deskriptif  warna   pisang  barangan, berpengaruh nyata terhadap total padatan terlarut, dan uji deskriptif penampakan, dan berpengaruh tidak nyata  terhadap kadar air,  total  asam  dan tingkat kekerasan pisang barangan. Pisang dengan  tingkat  kematangan hijau penuh mampu disimpan  sampai 12  hari  penyimpanan, sedangkan  pisang kuning  25% masa  simpannya  8 hari  dan pisang kuning 50% hanya bertahan 4  hari penyimpanan. Berdasarkan hasil analisis, pisang  yang diberi  pelapis kitosan 1,5%  lebih  mampu mempertahankan sifat  fisik dan kimia pisang selama penyimpanan.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>88966</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-03-16 15:09:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-03-16 15:09:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>