REPRESENTASI KECANTIKAN PEREMPUAN DALAM FILM IMPERFECT: KARIER, CINTA, DAN TIMBANGAN (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

REPRESENTASI KECANTIKAN PEREMPUAN DALAM FILM IMPERFECT: KARIER, CINTA, DAN TIMBANGAN (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)


Pengarang

NURUL HUDA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1610102010037

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini berjudul “Representasi Kecantikan Perempuan dalam Film Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan (Analisis Semiotika Roland Barthes)”. Berfokus pada realitas kehidupan masyarakat saat ini yaitu standar kecantikan perempuan yang harus berkulit putih, bertubuh langsing, dan berambut lurus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi kecantikan perempuan yang terdapat di dalam film Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Unit analisis data pada penelitian ini adalah adegan-adegan dalam film yang berkaitan dengan representasi kecantikan perempuan dengan mengobservasi data berupa gambar, percakapan, dan audio yang dimunculkan dalam film. Peneliti menggunakan teori konstruksi realitas sosial dengan analisis semiotika Roland Barthes. Melalui teori dan model analisis tersebut, peneliti menganalisis dengan menggunakan konsep Roland Barthes yaitu signifikasi dua tahap. Signifikasi tahap pertama disebut dengan makna denotatif atau makna yang tampak. Kemudian, signifikasi tahap kedua disebut dengan makna konotatif. Dan dari makna konotatif lahirlah mitos. Terdapat 10 adegan yang merepresentasikan bahwa kecantikan perempuan dilihat dari bentuk tubuh, penampilan, dan warna kulit. Yang pada akhirnya membuktikan bahwa film ini mematahkan stereotip bahwa kecantikan perempuan tidak dapat dinilai dari bentuk tubuh dan warna kulit. Hal ini didapatkan dengan analisis makna denotatif, konotatif sehingga melahirkan makna mitos dalam setiap adegan yang diteliti. Penelitian ini juga dikaitkan dengan teori konstruksi realitas sosial yang membuktikan bahwa film tersebut diangkat berdasarkan realitas yang terjadi di dalam masyarakat. Saran untuk penelitian ini adalah film tidak hanya dijadikan sebagai sarana hiburan akan tetapi untuk sarana yang informative dan edukatif terutama adegan yang mengklasifikasi nilai-nilai positif dan negatifnya.
Kata Kunci: Representasi, Kecantikan, Semiotika, Perempuan, Film, Roland Barthes.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK