Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS KERENTANAN RUMAH TANGGA PETANI KOPI TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DAN BENCANA ALAM DI DESA PAYA TUMPI BARU KABUPATEN ACEH TENGAH
Pengarang
SALSABILA AZZAHRA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1705102010033
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Perubahan iklim menjadi isu yang semakin berkembang pada sektor pertanian di berbagai negara. Salah satu komoditas yang rentan terhadap perubahan iklim global adalah kopi. Kopi biasanya dibudidayakan di daerah tropis dan perubahan iklim yang terjadi daerah tropis ini dapat mempengaruhi produksi kopi dengan berbagai cara. Area yang saat ini cocok untuk produksi kopi mungkin menjadi kurang cocok karena perubahan suhu dan profil curah hujan. Sementara itu, lokasi lain yang juga mengalami perubahan iklim mungkin menjadi lebih cocok untuk budidaya kopi. Akibatnya, kondisi iklim yang optimal untuk budidaya kopi Arabika di sebagian besar wilayah produksi saat ini cenderung berubah. Selain itu, suhu yang lebih tinggi meningkatkan kondisi kehidupan bagi hama dan penyakit. Meningkatnya serangan hama menyebabkan hilangnya kualitas biji kopi atau bahkan kehancuran hasil dan tanaman.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kerentanan mata pencaharian rumah tangga petani kopi di Desa Paya Tumpi Baru Kabupaten Aceh Tengah. Dalam pengukuran kerentanan diuji dengan menggunakan metode Livelihood Vulnerability Index (LVI). LVI terdiri dari tiga komponen, yaitu paparan, sensitivitas, dan kapasitas adaptif. Berdasarkan hasil penelitian, rumah tangga petani kopi di Desa Paya Tumpi Baru memiliki tingkat kerentanan relatif sedang terhadap ancaman perubahan iklim dan bencana alam. Sub-komponen yang menyumbang nilai kerentanan tertinggi terdapat pada sub-komponen jaringan sosial (SN) (0,660). Hal tersebut karena kurangnya keterlibatan petani dalam kelompok tani maupun sertifikasi kopi. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya tanggung jawab dari para pemangku kepentingan di Provinsi Aceh untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan bencana guna mengurangi kerentanan petani kopi terhadap banjir dan kejadian bencana lainnya di masa mendatang.
Tidak Tersedia Deskripsi
KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PASCA BENCANA ALAM DI DESA PAYA TUMPI BARU KECAMATAN KEBAYAKAN KABUPATEN ACEH TENGAH (Suryadi, 2022)
ANALISIS RISIKO KERENTANAN PERUBAHAN IKLIM DAN PERSEPSI PERAN KELEMBAGAAN DANA DESA TERHADAP ASET PENGHIDUPAN (LIVELIHOOD ASETS) RUMAH TANGGA PETANI DI ACEH UTARA (MIFTAHUL IHDA, 2025)
DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DAN STRATEGI ADAPTASI PETANI KOPI ARABIKA DI KABUPATEN ACEH TENGAH (Syamratul Achwan, 2020)
PENDAPATAN DAN PENGELUARAN PETANI KOPI DI DESA DALING KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH (fitria mayani, 2013)
ANALISIS INDEKS KERENTANAN (LIVELIHOOD VULNERABILITY INDEX) RUMAH TANGGA PETANI PADI AKIBAT PERUBAHAN IKLIM DI KECAMATAN BLANG BINTANG DAN MONTASIK KABUPATEN ACEH BESAR (Melda Yulisa, 2021)