<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="88908">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KERENTANAN RUMAH TANGGA PETANI KOPI TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DAN BENCANA ALAM DI DESA PAYA TUMPI BARU KABUPATEN ACEH TENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SALSABILA AZZAHRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perubahan iklim menjadi isu yang semakin berkembang pada sektor pertanian di berbagai negara. Salah satu komoditas yang rentan terhadap perubahan iklim global adalah kopi. Kopi biasanya dibudidayakan di daerah tropis dan perubahan iklim yang terjadi daerah tropis ini dapat mempengaruhi produksi kopi dengan berbagai cara. Area yang saat ini cocok untuk produksi kopi mungkin menjadi kurang cocok karena perubahan suhu dan profil curah hujan. Sementara itu, lokasi lain yang juga mengalami perubahan iklim mungkin menjadi lebih cocok untuk budidaya kopi. Akibatnya, kondisi iklim yang optimal untuk budidaya kopi Arabika di sebagian besar wilayah produksi saat ini cenderung berubah. Selain itu, suhu yang lebih tinggi meningkatkan kondisi kehidupan bagi hama dan penyakit. Meningkatnya serangan hama menyebabkan hilangnya kualitas biji kopi atau bahkan kehancuran hasil dan tanaman.&#13;
&#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kerentanan mata pencaharian rumah tangga petani kopi di Desa Paya Tumpi Baru Kabupaten Aceh Tengah. Dalam pengukuran kerentanan diuji dengan menggunakan metode Livelihood Vulnerability Index (LVI). LVI terdiri dari tiga komponen, yaitu paparan, sensitivitas, dan kapasitas adaptif. Berdasarkan hasil penelitian, rumah tangga petani kopi di Desa Paya Tumpi Baru memiliki tingkat kerentanan relatif sedang terhadap ancaman perubahan iklim dan bencana alam. Sub-komponen yang menyumbang nilai kerentanan tertinggi terdapat pada sub-komponen jaringan sosial (SN) (0,660). Hal tersebut karena kurangnya keterlibatan petani dalam kelompok tani maupun sertifikasi kopi. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya tanggung jawab dari para pemangku kepentingan di Provinsi Aceh untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan bencana guna mengurangi kerentanan petani kopi terhadap banjir dan kejadian bencana lainnya di masa mendatang.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>88908</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-03-15 15:07:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-03-16 09:59:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>