ASPEK PRODUKSI DAN PEMASARAN BAWANG MERAH DALAM SISTEM AGRIBISNIS DI KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ASPEK PRODUKSI DAN PEMASARAN BAWANG MERAH DALAM SISTEM AGRIBISNIS DI KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE


Pengarang

Nasrina - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0151210061

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Nasrina " Aspek Produksi dan Pemasaran Bawang Merah dalam Sistem Agribisnis di Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie " di bawah bimbingan Bapak Ir. Edy Marsudi, M.Si sebagai pembimbing utama dan Bapak Dr. Ir. Mustafa Usman, M.S sebagai pembimbing kedua. Bawang merah merupakan salah satu tanaman sayuran yang banyak digunakan sebagai bumbu penyedap masakan dan juga sebagai bahan obat - obatan, oleh karena itu petani banyak berusahatani bawang merah. Aspek produksi dan pemasaran sangat penting dalam bidang pertanian untuk
menunjang keberhasilan agribisnis, sehingga ini merupakan hal yang menarik untuk diteliti, penelitian ini bertujuan :
a. Untuk mengetahui pengaruh faktor produksi benih, pupuk, pestisida, dan luas lahan terhadap produksi bawang merah di Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie.
b. Untuk mengetahui besarnya share margin yang diterima petani dan profit margin yang diperoleh lembaga pemasaran yang terlibat.

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey. Data primer diperoleh melalui quesioner dan wawancara langsung dengan responden, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait, dan studi kepustakaan yang berhubungan dengan penelitian.
Model analisis yang digunakan untuk produksi adalah fungsi Coob-Douglass dan formula yang diturunkan berdasarkan perhitungan profit margin di setiap saluran pemasaran yang terlibat.
Produksi merupakan hasil akhir dari suatu proses atau aktivitas ekonomi dengan memamfaatkan beberapa faktor produksi atau input, sedangkan pemasaran adalah penyaluran barang dan jasa dari produsen sampai ke konsumen akhir dengan melibatkan lembaga pemasaran.
Profit margin adalah kumulatif keuntungan yang diterima oleh setiap lembaga pemasaran yang terlibat, sedangkan keuntungan yang dimaksud dimyatakan dalam persentase dari harga konsumen.
Berdasarkan hasil penelitian untuk produksi bawang merah di Kecamatan Simpang Tiga, faktor benih, pupuk, pestisida dan luas lahan berpengaruh nyata terhadap produksi, karena setiap penambahan atau pengurangan terhadap faktor produksi yang digunakan maka akan berpengaruh terhadap hasil produksinya. Sedangkan untuk pemasaran, share margin yang diterima petani lebih besar dari pada profit margin yang diperoleh lembaga pemasaran yang terlibat, karena untuk share margin pada tingkat petani tidak mengalami pemotongan untuk biaya pemasaran, sedangkan untuk profit margin pada lembaga pemasaran dikurangi dengan biaya pemasaran sehingga nilainya lebih kecil.
Berdasarkan hasil analisa dapatlah diketahui bahwa tingkat produksi suatu usahatani sangat dipengaruhi pada besar kecilnya penggunaan faktor produksi. Sedangkan untuk pemasaran, semakin kecil biaya pemasaran maka profit margin yang diperoleh akan semakin besar.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK