ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU YANG OPTIMAL MENGGUNAKAN PROSES KEPUTUSAN MARKOV DENGAN METODE ITERASI KEBIJAKAN (STUDI KASUS: USAHA RUMAHAN ANYAMAN TIKAR PANDAN DI DESA MEUNASAH ARON KECAMATAN MUARA BATU KABUPATEN ACEH UTARA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU YANG OPTIMAL MENGGUNAKAN PROSES KEPUTUSAN MARKOV DENGAN METODE ITERASI KEBIJAKAN (STUDI KASUS: USAHA RUMAHAN ANYAMAN TIKAR PANDAN DI DESA MEUNASAH ARON KECAMATAN MUARA BATU KABUPATEN ACEH UTARA)


Pengarang

CHINTYA HAYATI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1608101010043

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Matematika (S1) / PDDIKTI : 44201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Persediaan bahan baku sangat penting dilakukan pada setiap proses produksi, baik produksi pada perusahaan maupun produksi usaha rumahan. Usaha rumahan anyaman tikar pandan yaitu salah satu usaha tradisional yang bergerak dalam bidang produksi anyaman tikar yang berbahan dasar daun pandan. Agar dapat memenuhi permintaan konsumen usaha tersebut harus mampu menentukan banyaknya persediaan yang harus disediakan. Maka diperlukan analisis jumlah persediaan bahan baku yang optimal pada usaha rumahan anyaman tikar pandan tersebut. Analisis persediaan bahan baku yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan proses keputusan Markov dengan metode iterasi kebijakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memilih alternatif pemilihan pemesanan bahan baku yang menghasilkan jumlah bahan baku yang maksimum dengan biaya yang minimum. Dari hasil analisa untuk bahan baku daun pandan diperoleh bahwa jika persediaan berada pada tingkat 0 kg, maka alternatif tingkat pemesanan yang optimal adalah 45 kg dengan biaya minimun sebesar Rp860.000. Jika persediaan awal berada pada tingkat 5 kg, maka alternatif tingkat pemesanan yang optimal adalah 40 kg dengan biaya minimum sebesar Rp875.000. Jika persediaan awal berada pada tingkat 10 kg, maka alternatif tingkat pemesanan yang optimal adalah 35 kg dengan biaya minimum sebesar Rp890.000. Jika persediaan awal berada pada tingkat 15 kg, maka alternatif tingkat pemesanan yang optimal adalah 30 kg dengan biaya minimum sebesar Rp905.000. Jika persediaan awal berada pada tingkat 20 kg, maka alternatif tingkat pemesanan yang optimal adalah 25 kg dengan biaya minimum sebesar Rp920.000. Jika persediaan awal berada pada tingkat 25 kg, maka alternatif tingkat pemesanan yang optimal adalah 20 kg dengan biaya minimum sebesar Rp935.000.

Kata kunci: persediaan, proses keputusan Markov, metode iterasi kebijakan.

Inventory of raw materials is very important in every production process, both in company production and home business production. Pandan mat woven home business is one of the traditional businesses that is engaged in the production of woven mats made from pandan leaves. To fulfill consumer demand, the business must be able to determine the amount of supply that must be provided. So it is necessary to analyze the optimal amount of raw material inventory in the pandan mat woven home business. Analysis of raw material inventory used in this study is to use the Markov decision process with the policy iteration method. The purpose of this research is to select a choice of ordering raw materials that produce the maximum amount of raw materials with minimum costs. From the analysis for pandan leaf raw material, it is found that if the supply is at the level of 0 kg, then the optimal alternative ordering level is 45 kg with a minimum cost of Rp860.000. If the initial inventory is at the 5 kg level, then the alternative optimal order level is 40 kg with a minimum cost of Rp875.000. If the initial inventory is at the level of 10 kg, then the alternative optimal order level is 35 kg with a minimum cost of Rp890.000. If the initial inventory is at the level of 15 kg, then the alternative optimal order level is 30 kg with a minimum cost of Rp905.000. If the initial inventory is at the level of 20 kg, then the alternative optimal order level is 25 kg with a minimum cost of Rp920.000. If the initial inventory is at the level of 25 kg, then the alternative optimal order level is 20 kg with a minimum cost of Rp935.000.

Keywords: inventory, Markov decision process, policy iteration method.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK