POTENSI DAUN BIDURI (CALOTROPIS GIGANTEA) KAWASAN GEOTERMAL IE JUE TERHADAP PROTEIN PENYEBAB HALITOSIS BERDASARKAN BIOINFORMATIKA: MOLECULAR DOCKING STUDY | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

POTENSI DAUN BIDURI (CALOTROPIS GIGANTEA) KAWASAN GEOTERMAL IE JUE TERHADAP PROTEIN PENYEBAB HALITOSIS BERDASARKAN BIOINFORMATIKA: MOLECULAR DOCKING STUDY


Pengarang

Afri Handayani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1713101010006

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Gigi / Pendidikan Dokter Gigi (S1) / PDDIKTI : 12201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kawasan geotermal memiliki karakteristik yang berbeda dengan kawasan non-geotermal yang menyebabkan tidak semua tanaman mampu tumbuh dikawasan ini. Salah satu tanaman yang terdapat dikawasan geotermal adalah tanaman Calotropis gigantea atau tanaman Biduri yang lebih dikenal dengan masyarakat Aceh dengan sebutan Bak Rubek. Tanaman ini memiliki kandungan senyawa metabolit yang dapat bermanfaat sebagai bahan antibakteri. Sejauh ini belum ada penelitian yang menjelaskan daun Biduri dari kawasan geotermal Ie Jue sebagai antibakteri terkhusus pada bakteri Porphyromonas gingivalis dan Solobacterium moorei sebagai penyebab halitosis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi senyawa metabolit daun Biduri dari kawasan geotermal Ie jue sebagai antibakteri terhadap bakteri penyebab halitosis. Penelitian ini dilakukan dalam studi In silico dengan menggunakan komputasi Bioinformatika dengan doking molekul protein Kgp pada bakteri P.gingivalis dan ?-galaktosidase pada S.moorei dengan 5 (lima) senyawa metabolit pada tanaman Biduri yaitu lupenyl asetat, ?-amyrin, phytol, ?-amyrenil asetat, dan methyl ester. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa senyawa memiliki kemampuan perlekatan (binding affinity) yang berbeda-beda pada kedua bakteri dan senyawa ?-amyrin memiliki hasil terbaik dengan nilai nilai binding affinity -9,7 kkal/mol pada protein Kgp dan -8,7 kkal/mol pada protein ?-galaktosidase. Berdasarkan hasil tersebut dapat simpulkan bahwa daun Calotropis gigantea berpotensi sebagai antibakteri terhadap bakteri P.gingivalis dan S.moorei sebagai bakteri penyebab halitosis.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK