Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
FAKTOR-FAKTOR INTERNAL YANG MEMPENGARUHI INFLASI DI INDONESIA
Pengarang
Fittriya Yunita - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0401101010074
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan (S1) / PDDIKTI : 60201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal yang mempengaruhi inflasi di Indonesia, yaitu untuk mengetahui pengaruh suku bunga Serifikat Bank Indonesia (SBI) dan jumlah uang beredar (JUB) terhadap inflasi. Penelitian ini dilakukan di Indonesia dengan menggunakan data sekunder periode 1987-2007 yang bersumber dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, dan instansi yang terkait dengan penelitian ini. Data dianalisis dengan pendekatan deskriptif dan kuantitatif melalui penyajian dan penyusunan data ke dalam tabel yang dianalisis dengan menggundakan model regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh model persamaan: ? = 7.971 +0.062 JUB - 0.717 SBI + e. Hal ini menunjukkan bahwa selama periode 1987-2007 jumlah uang beredar (JUB) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap tingkat inflasi di Indonesia, sedangkan tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) berpengaruh negatif
dan signifikan terhadap tingkat inflasi di Indonesia. konstanta (?) sebesar 7.971, artinya laju inflasi yang diukur dengan menggunakan indeks harga konsumen (IHK) adalah sebesar 7.971 persen pada saat tingkat suku bunga SBI dan jumlah uang beredar sama dengan nol. Koefisien regresi jumlah uang beredar ( ?1) sebesar 0.062 artinya setiap terjadinya kenaikan rupiah sebesar Rp. 1 milyar da1am variabel jumlah uang beredar, maka akan meningkatkan inflasi di Indonesia sebesar 0.062 persen dengan asumsi variabel tingkat bunga SBI dianggap konstan. Koefisien regresi tingkat bunga SBI ( ?2) sebesar -0.717, artinya setiap I persen penurunan tingkat bunga SBI, maka akan menurunkan inflasi di Indonesia sebesar 0.717 persen dengan asumsi perkembangan jumlah uang beredar di Indonesia dianggap konstan. Koefisien korelasi (R) menunjukkan bahwa derajat hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat sebesar 60,2 persen. Koefisien determinasi (R2)
yang diperoleh dengan nilai sebesar 0.362,artinya bahwa hubungan antara variabel bebas (JUB dan tingkat suku bunga SBI) dengan variabel terikat (inflasi) adalah sebesar 36.2 persen, sedangkan selebihnya sebesar 63.8 persen dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar penelitian ini. Hasil uji F hit sebesar 5.115, sedangkan F tabel adalah 3.554. Hal ini memperlihatkan bahwa Fhit > Ftab, artinya hipotesis dapat diterima yang menyatakan bahwa tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) danjumlab uang beredar (JUB) secara keseluruhan berpengaruh terhadap inflasi di Indonesia.
Tidak Tersedia Deskripsi
DETERMINAN PENGANGGURAN DI INDONESIA: INFLASI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (ALVIN ANSARI, 2025)
ANALISIS EKSPOR INDONESIA KE AMERIKA SERIKAT (Khadijah, 2021)
ANALISIS KEDUDUKAN PANGAN TERHADAP INFLASI DI INDONESIA (Sunarso. CH, 2025)
FAKTOR-FAKTOR INTERNAL YANG MEMPENGARUHI INFLASI DI INDONESIA (Fittriya Yunita, 2021)
UJI KETAHANAN SEKTOR RUMAH TANGGA TERHADAP GUNCANGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL (Nada Khalishah Zara, 2016)