HUBUNGAN STOMATITIS AFTOSA REKUREN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN STOMATITIS AFTOSA REKUREN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN


Pengarang

SAFIRA FASYA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1713101010029

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Gigi / Pendidikan Dokter Gigi (S1) / PDDIKTI : 12201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR) adalah penyakit ulserasi yang banyak terjadi pada mukosa mulut. Lesi ini biasanya terletak di mukosa mulut non-keratin dengan karakteristik lesi ulserasi berulang dan adanya rasa nyeri. Sebagian masyarakat yang terkena SAR akan mengalami berbagai dampak pada fungsi bicara, penelanan, dan pengunyahan. Pasien dengan SAR biasanya mengalami rasa sakit dan dampak tersebut sangat mempengaruhi kualitas hidup mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan SAR dengan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bersifat observasional potong lintang. Metode pengambilan subjek dilakukan menggunakan teknik Consecutive Sampling dengan total subjek sebanyak 32 orang. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan data objektif dan subjektif yang diperoleh dari subjek secara daring. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara SAR dengan kualitas hidup pasien p=0,044 uji statistik yang digunakan adalah Fisher’s Exact Test. Terdapat korelasi yang bermakna antara SAR dengan kualitas hidup pasien dengan nilai p=0,018 dan tingkat kekuatan koefisien korelasi sebesar -0,415 yang berarti memiliki tingkat hubungan yang sedang dan arah korelasi yang negatif dengan uji statistik yang digunakan adalah korelasi Rank Spearman’s. Kesimpulan penelitian ini adalah SAR lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki dengan rentang usia 21-30 tahun dan mayoritas pasien mengalami SAR Minor. Aspek fungsi interaksi sosial dan nyeri tubuh merupakan aspek yang paling banyak dipengaruhi oleh timbulnya SAR. Terdapat hubungan dan korelasi yang negatif antara SAR dengan kualitas hidup pasien.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK