<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8862">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PERBEDAAN SUHU TERHADAP DAYA TETAS TELUR DAN PERSENTASE ABNORMALITAS LARVA IKAN BETOK (ANABAS TESTUDINEUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>imaryanti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan suhu terhadap daya tetas telur dan persentase abnormalitas larva ikan betok (Anabas testudineus). Penelitian ini dilakukan di Unit Pelaksana Teknis Dinas – Budidaya Air Tawar (UPTD-BAT) Jantho Baru, Kabupaten Aceh Besar pada April hingga Mei 2014. Analisis statistik menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan dan 3 ulangan. Sampel yang digunakan adalah telur ikan betok yang telah terbuahi, setiap wadah perlakuan terdapat 200 butir telur. Perlakuan yang dilakukan meliputi perlakuan suhu Kontrol, 26oC, 28oC, 30oC dan 32oC. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa penggunaan perbedaan suhu berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur ikan betok pada taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan daya tetas telur tertinggi terdapat pada perlakuan suhu 28oC sebesar 96,16% dan persentase terendah terdapat pada perlakuan suhu 32oC sebesar 71%. Persentase abnormalitas larva tertinggi terdapat pada perlakuan suhu 32oC sebesar 17,43% dan yang terendah terdapat pada perlakuan suhu Kontrol. Pertumbuhan panjang dan derajat kelangsungan hidup terbaik terdapat pada suhu 28oC masing-masing sebesar 0,35 cm dan 66,60%. Secara umum dapat dilaporkan bahwa perlakuan suhu terbaik untuk penetasan telur dan untuk mengurangi tingkat abnormalitas larva ikan betok adalah adalah pada suhu 28oC.</note>
 <subject authority="">
  <topic>FISHES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>REPRODUCTION - ANIMALS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>AQUACULTURE</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>8862</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-09-04 23:30:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-03-30 11:17:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>