Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS TINGKAT KEMISKINAN PADA MASA OTONOMI DAERAH DI KOTA SABANG
Pengarang
Safriyal - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0011110404
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini membahas tentang tingkat kemiskinan pada masa otonomi daerah di Kola Sabang. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan tingkat kemiskinan di Kota Sabang sebelum dan setelah pelaksanaan otonomi daerah.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat
Statistik Kota Sabang. Badan Pusat Statistik Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam serta literatur-literatur yang berhubungan dengan penelitian ini. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan konsep-konsep teoritis dan penjelasan dari hasil tabel dan pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji statistik perbedaan dua rata-rata.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang dilakukan dari Tahun 1990-1999 yang dikategorikan sebagai masa-masa sebelum otonomi dan mulai Tahun 2000•
2004 adalah masa telah diberlakukannya otonomi daerah. menunjukkan bahwa rata-
rata tingkat kemiskinan di Kota Sabang tidak ada perbedaan antara sebelum pelaksanaan otonomi dengan setelah pelaksanaan otonomi daerah. Hal ini didasarkan pada nilai t-test yang diperoleh yaitu -1,020 lebih besar dari nilai t-tabel yaitu -2.160.
Hasil perhitungan ini dapat disimpulkan bahwa menolak hipotesis alternatif (H1) dan menerima hipotesis nol (Ho), artinya tingkat kemiskinan sebelum pelaksanaan otonomi daerah tidak ada perbedaan dengan setelah pelaksanaan otonomi daerah di Kota Sabang. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di Kota Sabang tergolong tinggi mencapai lebih dari 1O persen bahkan ada yang mencapai 20 persen. Diharapkan kepada Pemerintah Daerah untuk lebih memberdayakan penduduk miskin baik dengan pemberian modal maupun dengan memberikan pelatihan-pelatihan yang berguna untuk meningkatkan keahlian.
Tidak Tersedia Deskripsi
DAMPAK DANA OTONOMI KHUSUS, PENGELUARAN PEMERINTAH DIBIDANG KESEHATAN, DAN DANA SILPA TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN KOTA/KABUPATEN DI ACEH (DWITA AURALIA, 2024)
DAMPAK DANA OTONOMI KHUSUS DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN YANG DIMEDIASI TINGKAT PENDIDIKAN DI ACEH (Putri Wahyuni, 2025)
PENGARUH DANA OTSUS , PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DAN DANA DESA TERHADAP KEMISKINAN DI ACEH (Liffia Mareta, 2025)
PENGARUH DANA OTONOMI KHUSUS, DANA DESA, DAN ZAKAT TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI ACEH (Ridmailis, 2024)
PENGARUH VARIABEL MAKRO EKONOMI TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI INDONESIA (Willy Hutabarat, 2023)