<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="88526">
 <titleInfo>
  <title>STUDI PERENCANAAN SISTEM KOMUNIKASI KABEL LAUT DENGAN MULTIPLEKS SDH DI PROVINSI NAD</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yusnirita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam  Tugas Akhir  ini  dilakukan  perencanaan  Sistem Komunikasi  Kabel  Laut (SKKL)  dengan menggunakan  multipleks  ADM  (Add-Drop Multiplexer)  SDH    di provinsi  NAD  (Nanggroe Aceh Darussalam)  dengan kecepatan transmisi   155,520&#13;
Mbps yang dapat menampung  1890  kanal.  Sistem Komunikasi  Kabel  Laut  serat optik yang direncanakan di  provinsi NAD  ini memanfaatkan beberapa sentral yang letak:nya  dekat dengan  pinggir pantai  mengikuti jalur  gelombang mikro existing sepanjang jalur  barat dan jalur timur. Dan sentral yang letaknya jauh  dari  pinggir pantai,  maka digunakan serat optik  melalui  darat sehingga membentuk jaringan  ring untuk  kehandalan sistem komunikasi.  Di  daerah  Sabang, P.Banyak, dan Sinabang kabel  laut serat optik dengan multipleks SDH ini  secara point  to point&#13;
Berdasarkan anahisa,  perhitungan power  budget  pada link Banda Aceh - Sigh bahwa daya yang diterima oleh detektor cahaya sebesar -35,8  dBm   yang masih di  atas sensitivitas penerima  yaitu sebesar -38.7 dBm.   Dan keseluruhan link yang ada di provinsi  NAD pada perencanaan ini,  bahwa daya sinyal  optik pada sisi  penerima masih diatas batas minimal  yang ditetapkan perangkat, yaitu sebesar -38.7 dBm pada BER  10sehingga performansit  sistem  memenuhi  syarat  BER  yang diinginkan&#13;
yaitu   10   pada laju bit  (B)  155,520  Mbps atau daya yang diterima oleh penerima telah mencukupi  kemampuan penerima  mendeteksi sinyal.&#13;
Untuk perhitungan rise  time  maksimum  untuk  format NRZ pada link Banda Aceh&#13;
Sigli adalah  4,5 ns sedangkan  nilai Tsist(rise time  sistem)  sebesar 0,113 ns, sehingga pada  link  Banda Aceh      Sigli  rise   time   sistem  masih jauh  di  bawah rse time maksimum  atau  Tsis t</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>88526</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-02-26 15:29:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-26 15:30:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>